Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sidang lanjutan ke-13 pengungkapan kasus kopi bersianida pertengahan pekan lalu memunculkan fakta baru.
Hal tersebut terungkap setelah majelis hakim, membacakan Berita Acara Perkara (BAP), dalam peraidangan hari ini di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Dalam BAP tersebut, tertulis bahwa penyidik kepolisian menyebut ada empat orang yang diduga menaruh racun sianida di dalam gelas kopi Vietnam milik Wayan Mirna Salihin.
Mendapat informasi tersebut, ketua majelis hakim, Kisworo menanyakan kepada saksi ahli psikiater RSCM, Natalia Widiasih Rahardjanti apakah pernah memeriksa kondisi kejiwaan dari ke empat orang tersebut.
Natalia menjawab, dari keempat orang tersebut, ia hanya memeriksa tiga orang yakni.....
© Dream
Dream - Natalia menjawab ia hanya memeriksa Jessica serta dua orang karyawan Cafe Olivier, Agus Triyono dan Rangga Dwi Saputra. Namun, tidak disebutkan satu nama orang yang tidak ia periksa kondisi kejiwaannya.
Agus merupakan pegawai yang bertugas, untuk mengantarkan gelas kopi Vietnam yang dipesan Jessica ke meja nomor 54. Dari hasil pemeriksaan Natalia, Agus termasuk sosok orang yang mempunyai kecenderungan untuk menghindari masalah.
" Selama pemeriksaan, Agus bersikap kooperatif," kata Natalia di PN Jakarta Pusat, Kamis, 18 Agustus 2016.
© Dream
Dream - Sementara, hasil dari pemeriksaan kejiwaan Rangga, dia merupakan orang yang dapat mengungkapkan sesuatu apa adanya. Natalia mengatakan, barista pembuat kopi Vietnam itu mampu menceritakan semua hal yang pernah terjadi dalam hidupnya.
" Informasi dari terperiksa (Rangga) dapat dipercaya. Dia juga dapat menceritakan peristiwa secara runut dan konsisten," ucap Natalia.
© Dream
Dream - Kemudian, ketika Natalia melakukan pemeriksaan terhadap Jessica, tidak menemukan kondisi yang buruk dalam kejiwaannya. Tapi, apabila Jessica menghadapi suatu tekanan yang tinggi dalam hidupnya, ia memiliki risiko untuk melakukan tindakan kekerasan kepada diri sendiri dan orang lain.
" Pada pola yang kami pelajari, yang bisa menguatkan Jessica adalah mamanya dan tim kuasa hukumnya," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya