Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Meski Sangat Bermanfaat, Vaksin Bukan Cara Satu-satunya Pencegahan Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 14 Desember 2020 10:02
Meski Sangat Bermanfaat, Vaksin Bukan Cara Satu-satunya Pencegahan Covid-19
Masyarakat tetap diharuskan menerapkan protokol kesehatan 3M.

Dream - Juru bicara vaksin Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro, mengingatkan masyarakat untuk semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M. Dia mengatakan ada kecenderungan masyarakat mulai kendur dalam memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

" Ada kecenderungan penerapan 3M mulai kendur bahkan longgar, akhirnya banyak terjadi penambahan jumlah kasus, terutama sejak bulan November hingga pekan awal Desember," ujar Reisa dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube FMB9ID_IKP.

Reisa meminta masyarakat tidak meremehkan penularan Covid-19 meski tingkat kesembuhan cukup tinggi. Ditambah lagi, vaksinasi harus dilakukan dengan diimbangi protokol kesehatan agar pandemi bisa dikendalikan.

" Vaksin memang sangat bermanfaat sebagai pelindung spesifik, tapi ingat vaksin bukan satu-satunya cara pencegahan," kata Reisa.

 

 

1 dari 5 halaman

Masyarakat Adalah Baris Terdepan

Reisa mengungkapkan baris terdepan dapat penanganan Covid-19 tidak lain adalah masyarakat. Dengan menerapkan protokol 3M, penyebaran Covid-19 bisa ditangkal.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan Pemerintah tetap berhati-hati dalam pelaksanaan vaksinasi. Vaksin Covid-19 baru akan digunakan setelah hasil akhir uji klinis tahap tiga keluar dan harus melalui pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan terlebih dulu.

" Sebagai tahap pertama vaksin akan diberikan kepada pekerja dengan risiko tinggi terhadap Covid-19, yaitu para tenaga kesehatan dan aparat yang membantu proses penelusuran, pengujian dan perawatan pasien Covid-19," ucap Reisa.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung Hasil Uji Klinis, BPOM dan MUI

Dream - Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 Sinovac yang dipesan Pemerintah telah tiba. Tetapi, vaksin tersebut belum bisa digunakan untuk vaksinasi.

Juru bicara vaksin Covid-19, dokter Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kepastian kapan vaksinasi dapat dijalankan.

Karena saat ini Pemerintah sedang menunggu hasil uji klinis tahap 3 serta proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia.

" Kita belum sampai tahap ke sana (vaksinasi) karena tergantung hasil uji klinis tahap tiga, persetujuan dari BPOM, dan kehalalan dari MUI," ujar Nadia dalam diskusi virtual bertajuk Setelah Vaksin Datang.

 

3 dari 5 halaman

Bertahap

Menurut Nadia, jika proses di BPOM selesai akan keluar Emergency Use Authorization (EUA). Izin ini bergantung dari hasil uji klinis.

" Jadi kalau kita masih mengingat Kepala BPOM mengestimasi akhir Januari, tapi ini tergantung dari hasil uji klinis,"

Setelah UEA terbit, proses belum selesai. Proses selanjutnya berada di MUI.

" Jika sudah tepat, nantinya akan diteruskan ke BPOM dan MUI," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Pemerintah Belum Tetapkan Harga Vaksin Covid-19

Dream – Kedatangan vaksin dan rencana vaksinasi Covid-19 telah menarik perhatian masyarakat. Meski demikian, pemerintah menyatakan hingga saat ini harga vaksin Covid-19 belum ditetapkan.

“ Pemerintah belum menetapkan harga dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, di Jakarta, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Minggu 13 Desember 2020.

Siti mengatakan informasi yang beredar di kalangan masyarakat tak bisa dijadikan rujukan. Dia mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah tentang vaksin dan vaksinasi Covid-19.

“ Informasi resmi akan dapat diakses di situs kemkes.go.id dan covid19.go.id,” kata dia.

Siti juga menyebut ada enam vaksin yang akan digunakan di Indonesia untuk vaksinasi Covid-19. Keenam vaksin tersebut yaitu produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Sinovac.

“ Kehadiran dan penggunaannya dalam program vaksinasi di Indonesia masih dinamis mengikuti proses pengadaan dan izin penggunaannya,” kata dia.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat. 

5 dari 5 halaman

Layanan Pre-Order Vaksin Covid-19 Mandiri Belum Tersedia

Dream - Kabar mengenai layanan pre-order vaksin Covid-19 mandiri tengah merebak di media sosial. Hal ini menyusul telah tibanya 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Indonesia.

Juru Bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, menyatakan pihaknya belum menyediakan layanan pre-order vaksin Covid-19 mandiri dalam bentuk apapun baik untuk keperluan fasilitas kesehatan maupun perorangan. Menurut dia, saat ini pemerintah masih menyusun skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baik melalui program maupun mandiri.

" Saat ini, Bio Farma masih mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk pemesanan pre-order vaksinasi Covid-19 khususnya untuk jalur mandiri," ujar Bambang melalui keterangan tertulis diterima Dream pada Minggu, 13 Desember 2020.

Bambang menegaskan hingga saat ini belum ada ketentuan teknis dari pemerintah yang mengatur layanan pre-order. Bahkan pelaksanaan vaksinasi sendiri masih belum ditentukan.

" Yang terpenting adalah pelaksanaan vaksinasinya sendiri tetap menunggu izin penggunaan dari Badan POM," kata Bambang.

Untuk penyediaan layanan vaksinasi Covid-19 bagi rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan, kata Bambang, masih dalam proses pendaftaran dan verifikasi. Hal itu berlaku untuk jalur mandiri melalui asosiasi-asosiasi resmi.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan pihaknya memahami adanya inisiatif dari masyarakat yang berminat vaksinasi sehingga membuat persiapan sedari awal. Meski begitu, Bio Farma mengimbau penyedia layanan kesehatan menunggu pengumuman resmi pemerintah.

" Terkait petunjuk teknis pelaksanaan pemesanan pre-order vaksinasi Covid-19 jalur mandiri," ucap Bambang.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar