Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(anekatempatwisata.com)
Dream - Arus balik mematikan (rip current) di Pantai Parangtritis telah menelan banyak korban jiwa.
Data Tim SAR Parangtritis tahun 2016 menyebutkan, jumlah kasus kecelakaan laut di Parangtritis dari 1991 hingga pertengahan Maret 2016 mencapai 607 kasus. Dengan 238 di antaranya mengakibatkan korban meninggal dunia atau hilang karena arus laut.
Arus balik yang dapat menyeret korban ke dalam laut dengan kecepatan arusnya yang tinggi masih sulit teridentifikasi. Lokasinya pun dapat berubah dalam kurun waktu sekitar tiga jam akibat perubahan kondisi dan arah angin.
Untuk mengatasi persoalan ini, mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi UGM mengembangkan Sistem Monitoring Pantai Secara Multitemporal, " SIMON TEMPLAR" .
Sistem ini merupakan salah satu proyek yang dihasilkan mahasiswa UGM melalui PKM Bidang Karsa Cipta yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI.
Muchsin Nur Wachid, Anggini Nur Azizah, Deha Agus Umarhadi, serta Restu Dwi Cahyo mengembangkan sistem ini untuk mengidentifikasi arus balik mematikan (rip current), dengan menggunakan kamera yang diterbangkan oleh layang-layang atau biasa disebut sebagai kite aerial photography.
Proses identifikasi SIMON TEMPLAR diawali dengan menerbangkan kite aerial photography di area rawan arus balik mematikan yang ingin dipantau.

Pemotretan lapangan dibarengi dengan pemasangan GCP (Ground Control Point) dari lokasi-lokasi tertentu sebagai titik ikat penentuan posisi pasti letak arus balik mematikan, sehingga titik-titik lokasi arus tersebut dapat diketahui dengan mudah menggunakan GPS. Titik GCP ini selanjutnya ditandai dengan kain putih agar dapat diidentifikasi dari foto.
Foto hasil pemotretan kemudian akan diolah dan digabungkan dengan menggunakan software, untuk kemudian diunggah ke dalam situs simontemplar-indonesia.com yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
" Kelebihan SIMON TEMPLAR antara lain memiliki jangkauan pandang yang lebih luas daripada pemantauan manual yang saat ini dilakukann melalui pos-pos SAR Parangtritis, tingkat akurasi yang tinggi, kemudahan akses informasi bagi pengguna, serta pengadaan dan pengoperasian yang memakan biaya relatif murah," kata Anggini dikutip Dream laman UGM.ac.id, Senin 20 Juni 2016.
Penggunaan sistem ini, menurutnya, memang bukan tanpa kendala. Angin menjadi kendala utama pada sistem ini, karena kecepatan angin minimal seringkali tidak terpenuhi untuk menerbangkan kite aerial photography.
Meski demikian, teknologi ini dapat digunakan dan terus dikembangkan sebagai sebuah inovasi dalam sistem peringatan dini di kawasan pantai.
" Publikasi lokasi rip current di Pantai Parangtritis diharapakan dapat digunakan sebagai early warning system atau peringatan dini bagi masyarakat supaya lebih waspada akan keberadaan arus berbahaya tersebut," Muchsin menambahkan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya