Masjid Perahu Kasablanka, Keunikan Di Sela Pencakar Langit

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 21 Juni 2016 07:16
Masjid Perahu Kasablanka, Keunikan Di Sela Pencakar Langit
Desain perahu di samping bangunan utama sebenarnya merupakan tempat wudhu, yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh AS.

Dream - Masjid yang satu ini terlihat berbeda dengan masjid-masjid kebanyakan. Jika hampir semua masjid berbentuk bangunan empat sisi dilengkapi kubah, model semacam itu tidak dijumpai di masjid bernama Al Munada Darussalam Baiturrahman.

Masjid yang terletak di Jalan Kasablanka 38 Menteng Dalam, Jakarta Selatan ini cukup unik lantaran bangunannya berbentuk perahu. Masyarakat sekitar mengenal masjid tersebut dengan sebutan Masjid Perahu Kasablanka.

 Masjid Perahu Kasablanka, Keunikan Di Sela Pencakar Langit

Masjid ini didirikan pada 1963 oleh KH Abdurrahman Maksum. Desain perahu di samping bangunan utama sebenarnya merupakan tempat wudhu, yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh AS.

 Masjid Perahu Kasablanka, Keunikan Di Sela Pencakar Langit

Bentuk perahu dimaksudkan agar masjid ini dapat menampung semua umat. Di samping itu, dari masjid ini lahir kemakmuran umat.

Bangunan perahu tersebut terdiri dari dua lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai tempat wudhu dan lantai atas menjadi ruang pengurus masjid.

 Masjid Perahu Kasablanka, Keunikan Di Sela Pencakar Langit

Pada bangunan utama terdapat beberapa tiang penyangga. Tiang tersebut terbuat dari kayu jati berhias ukiran kaligrafi Ayat Kursi dan Surat An Nur.

Masjid ini memiliki beberapa benda koleksi seperti Alquran raksasa bersampul kayu dengan ukiran kaligrafi. Selain itu, terdapat 20 batu mulia, 16 di antaranya diletakkan mengelilingi Alquran raksasa, tiga lainnya di area pengimaman, dan satu batu diletakkan sebagai pijakan imam.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik