Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Festival Jeblugan Atau Meriam Bambu Digelar Di Desa Sindangsari, Majenang, Cilacap Menjelang Malam Nuzulul Quran, 17 Ramadan 1439 Hijriyah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Dream - Bocah kecil itu tertawa mendengar bambu yang meledak. Satu bambu dia dekati.
" Boom!" suara kencang itu dibarengi semburan api.
Bocah itu terkaget. Dia menghampiri bocah lain yang memantik meriam bambu.
Si pemantik ogah disalahkan. Bocah kecil yang terkena semburan suara itu akhirnya menangis.
#PuasaMasaKecil ngabuburit nya ya kek gini pic.twitter.com/Z1luTEbfWT
— ð��¼ð���ð���ð���ð���ð��� ð��´ð���ð��� ð��¿ð���ð���ð���ð���ð���ð��� (@martin_pradita)May 15, 2019
Aksi bermain meriam bambu itu muncul di berbagai media sosial. Permainan yang punya banyak sebutan, long bumbung di Jawa Tengah atau Lodong di kalangan masyarakat Sunda.
Ada pula yang menyebut mercon bumbung. Atau di kawasan Banyumas, disebut dengan jeblugan.
Tapi, beragam penamaan itu mengarahkan pada satu obyek. Sebuah bambu yang sudah dilubangi di bagian tengah dan ujung atasnya. Digunakan untuk menjadi wadah minyak tanah atau karbit sehingga memunculkan letusan.
Sudahi Keributan yang Sumir soal Klepon dan Onde-onde yang sebenarnya sama. Kini saatnya geser sedikit soal Meriam Bambu agak suasanya agak hangat pic.twitter.com/k43zYLELOt
— Rio Ramabaskara (@Rio_Ramabaskara)May 14, 2019
Permainan ini biasanya marak dimainkan saat berbuka. Tapi, di beberapa daerah, permainan meriam bambu ini juga digunakan untuk menandai waktu imsak.
Di daerah pedesaan Minangkabau, meriam bambu masih banyak dimainkan warga dari pinggir sungai untuk menandai waktu sahur.
Kapan terakhir kali bulan puasa mendengar meriam bambu?
Dan sampai sekarang aku masih penasaran siapa penemunya karena cara kerjanya ga sederhana. pic.twitter.com/dkhPlZsJu9— Anang Dianto (@anangdianto)May 11, 2019
Meski kerap dikorelasikan dengan waktu berbuka dan imsak, di beberapa daerah, meriam bambu digunakan untuk menandai waktu-waktu khusus.
Di Aceh dan Flores misalnya, meriam bambu digunakan untuk menandai kelahiran anak. Tak jarang, meriam bambu dimainkan untuk menyambut hari besar.
Meski tak berbahaya, permainan ini harus tetap dalam pengawasan orangtua. Sebab, permainan ini menggunakan api sebagai pemantik. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya