Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Http://media.mnn.com/)
Dream - Sering keheranan melihat teman atau saudara yang sering berbicara sendiri atau bermonolog? Jangan dulu menuduhnya stres, karena bisa jadi sebaliknya, dia adalah seorang yang genius.
Suka berbicara sendiri ternyata bisa juga mengindikasikan bahwa seseorang genius. Berikut ulasannya.
1. Meningkatkan fungsi otak
Berbicara pada diri sendiri mengenai tugas yang harus dilakukan, membuat otak fokus dan bisa bekerja efisien. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa orang yang mencari barang sambil mengucapkan nama barang yang ia cari, akan lebih cepat menemukan barang tersebut daripada mereka yang diam saja. Hal itu bisa terjadi karena apa yang diucapkan bukan sekadar ucapan, tetapi membantu meningkatkan persepsi dan pemikiran.
2. Melibatkan otak dan hati
Berbicara sendiri dengan suara keras juga bisa merangsang saluran sensorik, sehingga saat mendengar suara sendiri, emosi kita akan lebih tersentuh. Jadi, saat Anda mengerjakan sesuatu, tak hanya otak yang bekerja, melainkan hati juga terlibat.
3. Meningkatkan motivasi
Mengucapkan impian-impian dengan suara keras juga bisa membuat Anda fokus untuk mencapai apa yang ditargetkan. Maka tak heran, jika di beberapa acara motivation training, sering diperintahkan untuk mengucapkan cita-cita dengan suara lantang.
4. Meningkatkan kepercayaan diri
Memberikan motivasi, pujian, serta dorongan pada diri sendiri bisa juga menjadi pembangkit kepercayaan diri.
Meskipun berbicara sendiri bisa menjadi tanda penyakit Skizofrenia, tapi tidak semuanya seperti itu. Bahkan ilmuwan sekelas Albert Einstein saja sering menggumamkan sendiri pertanyaan-pertanyaan yang muncul di otaknya dan mengulang-ulang apa yang harus ia lakukan.
(Sumber: Annida Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya