Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi.
Dream – Zaman sekarang banyak orang sibuk yang tidak sempat memikirkan soal jodoh sehingga mereka mengandalkan cara cepat dan instan.
Salah satu cara instan yang mulai banyak dipilih para pencari kekasih adalah menggunakan aplikasi kencan atau media sosial untuk terhubung dengan orang-orang. Mereka percaya bahwa perusahaan di balik aplikasi kencan atau media sosial itu telah melakukan penyaringan terhadap akun palsu.
Namun kenyataannya, masih ada saja orang-orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan platform media sosial dan aplikasi kencan seperti Tinder, OkCupid dan WeChat untuk menipu para korban.
Seperti wanita paruh baya ini yang sudah putus asa mencari pasangan. Bukannya mendapatkan pasangan impian, dia malah.....
Baru-baru ini, seorang wanita Singapura berusia 40-an tidak hanya patah hati karena putus dari kekasih yang ditemuinya secara online. Tapi dia juga kehilangan ribuan dolar setelah jatuh ke pelukan seorang pria di Internet.
Jika ditotal, wanita yang tak disebutkan namanya itu telah merugi 85.000 dolar Singapura (sekitar Rp 804 juta) setelah menjadi korban penipuan berkedok cinta di dunia maya.
Pada awalnya, 'hubungan' mereka berjalan lancar. Hampir setiap saat keduanya melakukan percakapan melalui media sosial. Hal itu berlangsung sampai setahun kemudian dan tanpa sadar wanita itu telah ditipu pria tersebut.
© Dream
'Pacar' wanita itu awalnya minta dikirim sekitar 22.000 dolar Singapura ke rekeningnya di China pada pertengahan tahun lalu. Waktu itu, dia mengatakan ayahnya sakit.
Dia perlu meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit. Wanita itu pun mengirim uang kepada pacarnya secara bertahap selama sebulan.
Berhasil dengan aksi pertama, si pria kembali meminta bantuan. Kali ini, uang tersebut untuk membayar 'pajak barang' untuk produknya yang dijual di pasar. Pria tersebut meyakinkan bahwa dia akan mendapatkan untung besar hingga 3 juta dolar Singapura dari menjual barang-barangnya.
Entah mengapa, tanpa banyak tanya lagi, si wanita itu segera mengirim lebih dari 31.000 dolar Singapura dalam tiga tahap. Dan pada bulan Desember tahun lalu, dia menerima 'kabar baik' bahwa dagangan pacarnya laku keras.
© Dream
Pacarnya berjanji mengirimkan cek sebesar 1,2 juta dolar Singapura sebagai imbalan. Tetapi wanita itu tidak pernah mendapatkan sepeser pun.
Segera setelah itu, 'seorang teman' pacarnya menghubungi dan meminta rincian rekening bank sehingga uangnya bisa dikirim. Namun teman pacarnya itu mengatakan untuk mengirim uang ada biaya transfer bank.
Wanita itu pun memenuhi syarat tersebut dan mengirim 32.000 dolar Singapura ke rekening bank lain di China.
Namun, ditunggu hingga sekarang, wanita itu sudah tidak pernah lagi mendengar tentang 'pacar' dan temannya itu lagi.
Ini bukan satu-satunya penipuan berkedok cinta yang berhasil memperdayai seorang wanita yang menganggap cinta online yang dijalaninya adalah benar-benar hubungan romantis.
Dari Januari-September 2016, data statistik Kepolisian Singapura mencatat ada lima penipuan berkedok cinta di dunia maya. Kebanyakan para korban adalah pengguna Facebook.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya