5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kerajaan Arab Saudi (Shutterstock.com)
Dream - Meninggalnya Pangeran Arab Saudi, Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak infeksi Covid-19. Pangeran Bandar meninggal pada Senin dengan penyebab yang misterius.
Jenazah Pangeran Bandar dimakamkan di Riyadh beberapa jam setelah meninggal. Tetapi hingga saat ini, tidak ada informasi yang menyebut penyebab salah satu anggota keluarga Kerajaan Saudi meninggal.
Kekhawatiran yang muncul cukup beralasan. Ini mengingat Saudi mencatatkan kasus infeksi Covid-19 sangat tinggi, dengan penambahan kasus harian mencapai ribuan orang.
Yang lebih mengagetkan, sedikitnya 150 keluarga Kerajaan Saudi dilaporkan terinfeksi Covid-19. Dokter di Rumah Sakit Khusus Raja Faisal berada dalam kewaspadaan tinggi, mengacu pada memo yang dikirimkan kepada jajaran dokter senior.
Para dokter di rumah sakit elit tersebut segera menyiapkan 500 tempat tidur untuk merawat pasien.
" Arahan harus siap untuk VIP dari seluruh negeri," demikian bunyi pesan kesiagaan tinggi yang dikirimkan secara elektronik, dilaporkan New York Times.
" Kita tidak tahu sebanyak apa kasus yang akan didapat tapi sangat mendesak. Seluruh pasien kronis harus dipindahkan secepatnya," demikian lanjut pesan tersebut.
Pesan tersebut juga menyatakan seluruh staf yang terinfeksi akan dirawat di rumah sakit lain. Ini untuk menjaga ketersediaan ruang perawatan bagi keluarga kerajaan.
Ada ribuan pangeran di Kerajaan Saudi yang sebagian besar bepergian rutin ke Eropa. Di antara mereka diyakini telah terhubung dengan virus selama perjalanan kemudian membawanya saat pulang ke Saudi.
Sejauh ini, kelas bawah dari keluarga Kerajaan Saudi dilaporkan banyak yang terinfeksi, menurut sumber yang dekat dengan lingkungan tersebut. Sementara penambahan tercepat kasus Covid-19 banyak disumbang dari penampungan pekerja migran dan kawasan kumuh di sekitar Mekah dan Madinah.
Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz sendiri dikabarkan mengasingkan diri ke sebuah pulau dekat Jeddah agar terhindar dari infeksi Covid-19. Sementara Putra Mahkota, Pangeran Mohammad bin Salman, pindah sementara ke lokasi terpencil di kawasan Laut Merah.
Sumber: Aljazeera.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?