Pedang Emas dari Raja Saudi Akan Disimpan di Museum Polri

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 6 Maret 2017 16:28
Pedang Emas dari Raja Saudi Akan Disimpan di Museum Polri
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan cinderamata itu diberikan kepada institusi Polri, bukan kepada Kapolri pribadi.

Dream - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima cinderamata mewah berupa pedang bersepuh emas dari Kerajaan Arab Saudi. Pedang itu diberikan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Usamah bin Abdullah As Syuaibi.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, cinderamata itu diberikan kepada institusi Polri, bukan untuk Kapolri.

" Itu adalah cinderamata berupa pedang emas dalam kotak peti akan menjadi bagian dari Polri," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin 6 Maret 2017.

Rikwanto mengatakan, Polri akan melaporkan pemberian hadiah itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keputusan itu dambil sebagai bentuk komitmen Polri menghindari gratifikasi.

" Nanti akan kami sampaikan ke KPK dan prosesnya ada," ucap dia.

Usai dilaporkan, kata Rikwanto, rencananya cinderamata tersebut akan disimpan di Museum Polri. " Mungkin bisa jadi akan ditempatkan di Museum Polri," kata dia.

1 dari 3 halaman

Raja Saudi Kirim Pesan Kawat ke Jokowi

Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, mengirim pesan kawat kepada Presiden Joko Widodo. Pelayan Dua Masjid Suci itu mengucapakan terima kasih serta apresiasi atas sambutan yang hangat selama berkunjung ke Indonesia.

" Kami sangat senang saat kami meninggalkan negara Anda dan menyampaikan kepada Yang Mulia rasa terimakasih dan apresiasi kami atas sambutan hangat dan keramahan penuh murah hati kepada kami dan delegasi yang menyertai selama kunjungan ke Indonesia," kata Raja Salman, dikutip dari Saudi Press Agency, Senin 6 Maret 2017.

Menurut Raja Salman, kunjungan ini memungkinkan mereka untuk menggelar perbincangan. Sehingga telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan kerjasama antara dua negara, selain membahas isu-isu regional dan internasional tentang kepentingan umum.

Melalui pesan kawat itu pula Raja Salman menyebut, pertemuan ini akan mendorong hubungan untuk kepentingan Saudi dan India serta masyarakat dalam melayani perdamaian dan keamanan internasional.

" Kami berdoa kepada Allah SWT untuk kesehatan dan kebahagiaan Anda dan bagi rakyat Indonesia mendapat berkah keamanan dan kemakmuran, salam terbaik dan apresiasi kami untuk Anda," kata Raja Salman.

2 dari 3 halaman

Penampakan Pedang Emas Kapolri, Hadiah dari Raja Saudi

Dream - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapat cinderamata mewah dari Kerajaan Arab Saudi. Cinderamata itu berupa pedang yang dilapisi emas.

Pedang itu diberikan kepada Tito oleh Duta Besar Saudi Usamah bin Abdullah As Syuaibi kemarin. Saat itu, Usamah tengah mengunjungi Tito di kantornya.

Keduanya terlibat perbincangan mengenai pengamanan dua negara. Usai pertemuan itu, Usamah menyerahkan langsung cinderamata tersebut kepada Tito.

" Ya, ada hadiah untuk Kapolri," ujar penerjemah Dubes Saudi, Gazali, dikutip dari akun fanspage Divisi Humas Polri, Senin, 6 Maret 2017.

Usamah mengatakan pedang merupakan perlambang keamanan dan pertahanan. Dia berharap Indonesia dan Saudi dapat saling menjaga keamanan dan pertahanan negara.

3 dari 3 halaman

Cerita di Balik Tangga Eskalator Raja Salman Mendadak Rusak

Dream - Tangga eskalator milik Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud‎ rusak saat hendak digunakan. Alhasil, Raja Salman turun menggunakan Invalid Passenger Lift (IPL) milik PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Service.

Deputi Direktur Operasional PT JAS, Subiyono mengaku tak mengetahui persis sejauh mana kerusakan tangga eskalator milik Raja Salman. Yang pasti, tangga seberat 15 ton itu telah dipersiapkan dengan baik sebelum digunakan.

‎" Mereka (pihak Arab Saudi) juga yang menyiapkan alat untuk menurunkan tangga eskalator tersebut. Tapi, beberapa hari dan beberapa jam sebelum digunakan tangga itu tidak berfungsi dengan baik. Kita belum tahu kerusakannya seperti apa," kata Subiyono saat memberi keterangan resmi, Minggu 5 Maret 2017.

Raja Salman di Bali© Berry Putra

Kerajaan Arab Saudi pun meminta menyiapkan IPL sebagai alternatif. IPL itu alat untuk mengeluarkan dan memboardingkan penumpang dengan kebutuhan khusus, seperti sulit berjalan atau sedang sakit.

" Kemarin waktu dipakai suasana di dalam kabin IPL sudah baik. Kami selaku ground handling yang ditunjuk sudah menyediakan peralatan yang standar untuk mengantisipasi," kata dia.

Ia melanjutkan, begitu Raja Salman berada di IPL, tangga eskalator milik Raja Salman bisa difungsikan kembali seperti sedia kala.

Satu Permintaan Protokoler Raja Salman yang Sulit Dipenuhi© MEN

General Manager Area II PT JAS, Hery Lukmanto menambahkan, sesuai prosedur tetap (protap), dua jam sebelum dipakai tangga eskalator milik Raja Salman telah dicoba.

" Dua jam sebelum dipakai dites dan tidak ada masalah. Begitu oke, diparkir tidak jauh dari pesawat. Saat landing, eskalator harus siap di dekat pesawat. Saat dicoba starter tidak bisa," kata Hery.

(Laporan Berry Putra, Bali)

Beri Komentar