Lihat Dua Sinyal Ini, Menag Masih Berharap Musim Haji 2021 Akan Digelar

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 16 Maret 2021 13:01
Lihat Dua Sinyal Ini, Menag Masih Berharap Musim Haji 2021 Akan Digelar
Tetapi, biaya haji bisa naik.

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, optimistis jemaah haji Indonesia tahun ini dapat berangkat ke Tanah Suci. Keyakinan ini muncul karena beberapa faktor terutama keberhasilan Saudi menggelar program vaksinasi Covid-19.

" Kami optimis kemungkinan diselenggarakannya haji tahun ini masih terbuka," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Kemenag.

Gus Yaqut mengungkapkan Kerajaan Saudi sukses menjalankan program vaksinasi Covid-19 secara nasional, sama seperti yang telah dilakukan sama seperti di Indonesia.

Indikasi kedua adalah Saudi akan membuka kembali penerbangan internasional pada 17 Mei 2021.

Dari kedua hal tersebut, Gus Yaqut menangkap langka Saudi itu sebanyak sinyal positif terhadap peluang digelarnya musim haji pada tahun inii.

" Situasi ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang menutup penerbangan luar negeri, tak terkecuali selama musim haji 2020," kata Gus Yaqut.

 

 

1 dari 2 halaman

Persiapan Terus Dilakukan

Dia juga mengungkapkan persiapan penyelenggaraan haji terus dilakukan meski kemungkinan terlaksananya sangat tipis. Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya seperti berdiplomasi dengan otoritas Saudi.

" Antara lain dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umroh Arab Saudi yang baru saja di-reshufle, serta lembaga-lembaga terkait lainnya, baik melalui pertemuan tatap muka langsung, melalui video conference, serta melalui surat," kata dia.

Kemenag juga telah menyusun sejumlah skenario haji. Utamanya berdasarkan asumsi jumlah kuota dan penerapan protokol kesehatan.

" Skenario penyelenggaraan haji tahun ini yang kami susun meliputi beberapa hal, di antaranya penerapan protokol kesehatan, pergerakan jemaah di Tanah Suci, durasi masa tinggal jemaah, dan aspek ibadah haji di masa pandemi," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Biaya Haji Diprediksi Naik

Terkait biaya haji, Gus Yaqut menyatakan terdapat kemungkinan akan naik di masa pandemi Covid-19. Dia menjelaskan terdapat empat variabel yang menentukan kenaikan biaya tersebut.

" Terdapat 4 variabel berpengaruh, yaitu kuota, prokes, pajak tambahan dan kurs," kata dia.

Dari sisi kuota jemaah, Gus Yaqut menerangkan biaya akan semakin besar jika kuota jemaah kecil. Ini karena berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dan biaya transportasi yang mewajibkan tes PCR hingga pengaturan jarak antar kursi penumpang.

" Kami berharap ada kesepahaman atau sinkronisasi antara ketentuan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan penerapannya dalam kegiatan transportasi menurut Kementerian Perhubungan, terutama mengenai jarak fisik atau physical distancing dan persyaratan test swab," kata Gus Yaqut.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar