5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Selebrasi Sujud Syukur Pemain Aljazair (timesunion.com)
Dream - Timnas Aljazair harus angkat koper dari Brasil setelah dikalahkan Jerman di babak 16 besar Piala Dunia 2014, dini hari tadi. Dalam laga itu kedua tim tampil ngotot, bahkan selama 90 menit waktu normal, Aljazair sanggup membuat Jerman kewalahan.
Laga pun berakhir imbang 0-0 dan harus dilanjutkan dengan babak tambahan waktu. Para pemain Aljazair terlihat kelelahan saat melakukan pertandingan di masa perpanjangan waktu. Akibatnya, mereka kecolongan dua gol melalui Andre Schurrle dan Mesut Ozil. Aljazair hanya bisa memperkecil kekalahan melalui gol Abdelmoumene Djabou di menit ke-120.
Banyak yang berspekulasi jika pemain Aljazair kelelahan karena menjalankan ibadah puasa. Sebagian besar skuad Aljazair yang beragama Islam memang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Namun hal itu langsung dibantah kiper Aljazair, Rais M’Bolhi. Rais yang tampil sebagai pemain terbaik pada pertandingan itu menegaskan, kekalahan timnya bukan karena para pemain melakukan puasa Ramadan.
" Saat rasa bukan itu (puasa) masalahnya. Kami semua siap untuk tampil selama mungkin. Tidak ada yang percaya kami bisa memperlihatkan permainan seperti tadi. Ini bukan karena masalah fisik, semua pemain bugar dan siap tampil, kami hanya kecolongan dua gol," ujar Rais.
Diketahui beberapa pemain muslim Aljazair memutuskan berpuasa, namun ada juga yang menunda puasa demi menjaga kebugaran saat melawan Jerman.
Ketika ditanya apakah ia berpuasa atau tidak, Rais menolak menjawabnya. Menurutnya, puasa Ramadan merupakan masalah personal antara pemain dengan Tuhan.
(Ism, Sumber: BBC, Goal)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?