Joserizal Jurnalis, Pendiri MER-C & Pendiri RS Indonesia di Gaza Tutup Usia

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 20 Januari 2020 09:39
Joserizal Jurnalis, Pendiri MER-C & Pendiri RS Indonesia di Gaza Tutup Usia
Jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Dream - Dokter yang dikenal giat melakukan bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik, Joserizal Jurnalis tutup usia Senin, 20 Januari 2020. Jose meninggal di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, pada pukul 00.38 WIB.

Pendiri dan Dewan Pembina Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tersebut meninggal dunia di usia 56 tahun.

" Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau. Terima kasih atas segala doa dan perhatian dari kerabat, teman, relasi, saudara-saudara seperjuangan selama beliau sakit hingga akhir hayatnya," tulis pesan yang diterima Dream.

Jenazah Joserizal akan disemayamkan di pendopo silaturahim, Jalan Kalimanggis Raya No. 90 Cibubur, Bekasi. Usai disholatkan pada bada Dzuhur di Masjid Silaturahim, Joserizal akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Tangan dingin Jose dalam menangani korban konflik sudah tidak diragukan lagi. Sejumlah wilayah konflik seperti Maluku, Mindanao, Afghanistan, Irak, dan Gaza, telah ia sambangi.

Bahkan, di negeri konflik Timur Tengah ini, ia diamanahkan untuk mendirikan rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina.

" Serangan Israel jelas mengganggu. Tapi kita jalan terus. Karena kalau pembangunan itu berhenti bisa tambah stres," kata Jose dalam tayangan Liputan 6 SCTV.

Menurut Jose, menjadi relawan di daerah konflik lebih menantang dibanding di tempat biasa.

" Kalau menjadi relawan di tempat biasa, sudah banyak. Tapi kalau di daerah konflik, kita menjadi satu-satunya orang atau bagian dari yang jarang itu," ujar Joserizal.

1 dari 4 halaman

Soal Petugas KPPS Meninggal, Mer-C: Pasti Ada Faktor Lain

Dream - Meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyisakan kisah buram bagi Pemilu 2019.

Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C) menilai meninggalnya petugas Pemilu 2019 sebagai fenomena yang janggal. Menurut MER-C, kelelahan tidak dapat dijadikan sebab seorang mengalami kematian.

" Kematian itu bukan karena kelelahan, pasti ada faktor lain. Seperti mungkin serangan jantung, gagal pernafasan, jadi bukan karena kelelahan lalu menjadi sebab meninggalnya seseorang," ujar Presidium MER-C, Yogi Prabowo, dikutop dari Liputan6.com.

MER-C hendak melakukan tindakan pencegahan dengan terjun langsung ke beberapa wilya Indonesia dengan korban terbanyak. Upaya itu dilakukan karena MER-C melihat terbukanya peluang korban jiwa yang jatuh lebih banyak.

" Pasca-pemilu korban hingga sekarang terus bertambah, data terakhir menyebut angka 400 jiwa, potensi bertambah masih ada, maka kami akan bentuk tim mitigasi kesehatan," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Hotline

MER-C juga membuta pusat telepon Tim Bantuan Penanganan Medis Petugas Pemilu 2019, khusus di area Jabodetabek. Pusat telepon MER-C yaitu 0811-990-176.

MER-C berharap, tim mitigasi dapat menghentikan jumlah korban jiwa yang terus bertambah.

" Kami akan koordinasi ke rumah sakit dan para dokter yang merawat petugas Pemilu di RS setempat, untuk menangani korban yang lebih komprehensif," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/ Muhammad Radityo Priyasmoro

3 dari 4 halaman

Baznas Dirikan Crisis Center Bantu Pengungsi Konflik Wamena

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendirikan Baznas Crisis Center untuk membantu masyarakat yang terdampak dengan adanya konflik kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Papua.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, ratusan masyarakat pendatang yang berada di Papua terdampak konflik tersebut.

" Oleh karena itu, Baznas mengaktifkan Crisis Center Baznas untuk Papua sebagai upaya mendorong sebuah program yang terbaik yang bisa kita berikan dalam membantu memulihkan krisis Papua," ujar Irfan di kantornya, Senin, 30 September 2019.

Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua, Ahmad Fikri mengatakan, ada dua tugas utama pendidikan Crisis Center ini, yaitu akselerasi bantuan dan koordinasi berbagai pihak untuk melakukan bantuan terhadap pengungsi.

" Itu dua hal utama yang dilakukan Crisis Center Baznas," kata Fikri.

4 dari 4 halaman

Belum Kelola Korban Luka

Dia mengatakan, Crisis Center Baznas saat ini baru menerima pengungsi yang mengalami penyakit pusing, mual, lemas dan melakukan psikoterapi.

" Untuk yang luka, kebetulan (belum) masuk ke wilayah itu. Yang luka biasanya diterbangkan ke wilayah lain," ucap dia.

Dia menjelaskan, per hari ini, ada ratusan orang yang diterbangkan dari Wamena menggunakan pesawat Hercules untuk mengungsi. Hari ini, hanya ada dua jadwal penerbangan menggunakan pesawat Hercules.

" Hercules yang keluar dari Wamena mengangkut pengungsi, dan yang masuk hanya mengangkut logistik," ujar dia.

Beri Komentar