Penelitian: Virus Corona Bisa Hidup di Mata Pasien Selama 20 Hari

Reporter : Sugiono
Senin, 27 April 2020 08:00
Penelitian: Virus Corona Bisa Hidup di Mata Pasien Selama 20 Hari
Penemuan terbaru itu menegaskan pentingnya anjuran untuk mencuci tangan dengan sabun serta tidak menyentuh hidung, mulut dan mata.

Dream - Sebuah kejadian langka menimpa seorang pasien Covid-19. Meski dinyatakan pulih, di mata pasien tersebut masih meninggalkan jejak virus corona penyebab Covid-19.

Menurut peneliti, penemuan terbaru itu menunjukkan betapa pentingnya anjuran untuk mencuci tangan dengan sabun serta tidak menyentuh hidung, mulut dan mata.

Pasien berusia 65 tahun itu merupakan kasus positif Covid-19 pertama di Italia. Dia menunjukkan tanda-tanda konjungtivitis setelah dirawat 23 Januari di rumah sakit.

Konjungtivitis adalah kondisi mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam.

Pada hari ketiga di rumah sakit, wanita itu menyerahkan hasil swab test mata. Ternyata tingkat partikel virus yang terdeteksi pada hasil swab test tersebut sangat tinggi, kata para peneliti.

1 dari 7 halaman

Berpotensi Menular

Dari hasil swab test selanjutnya diketahui bahwa virus telah menggandakan dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa matanya berpotensi bisa menularkan virus corona.

" Kami menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat mengandung virus menular, dan karenanya dapat menjadi sumber infeksi yang potensial," tulis peneliti.

Virus tersebut tetap terdeteksi di matanya hingga setidaknya hari ke-20. Meski sempat hilang, tapi virus tersebut muncul kembali tujuh hari kemudian.

Para peneliti mencatat bahwa virus itu mampu tinggal di mata pasien lebih lama daripada di hidung.

" RNA dari SARS-CoV-2 terdeteksi dalam swab mata beberapa hari setelah tidak terdeteksi pada swab hidung," catat peneliti dalam penemuan yang ditulis dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Temuan ini menekankan pentingnya melakukan tindakan pencegahan penularan virus corona, seperti tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata serta sering mencuci tangan dengan sabun.

Sumber: Daily Star

2 dari 7 halaman

Beredar Foto Penyimpan Virus Corona di Laboratorium Wuhan Rusak

Dream - Terjadi situasi mengejutkan di laboratorium dengan pengamanan tertinggi di China, negara yang merupakan asal pandemi Covid-19.

Foto-foto yang diyakini dari Institut Virologi di Wuhan yang bersifat rahasia menunjukkan karet pintu lemari es yang digunakan untuk menyimpan 1.500 jenis virus telah rusak.

Salah satu dari 1.500 jenis virus yang yang disimpan tersebut termasuk virus corona pada kelelawar yang menular ke manusia.

Foto-foto itu pertama kali dirilis oleh China Daily pada 2018, tetapi diterbitkan di Twitter bulan lalu, sebelum dihapus.

3 dari 7 halaman

Eksperimen Virus Corona pada Kelelawar

Laman The Mail pada hari Minggu dua pekan lalu mengungkapkan bahwa para menteri China sekarang khawatir bahwa wabah ini mungkin menyebar sebagai akibat dari kebocoran tersebut.

Pekan lalu, surat kabar Inggris itu juga mengungkapkan bahwa Institut Virologi Wuhan telah melakukan eksperimen virus korona pada kelelawar yang ditangkap lebih dari 1.000 mil jauhnya di Yunnan.

Eksperimen tersebut mendapat dana sebesar US$3,7 juta dari pemerintah Amerika Serikat.

Belakangan diketahui bahwa urutan genom Covid-19 ternyata mengarah kepada virus corona pada kelelawar yang hanya ditemukan di gua-gua di Yunnan.

4 dari 7 halaman

China Diminta Transparan

Presiden AS, Donald Trump, ketika ditanyai tentang teori kebocoran ini pada konferensi pers pekan lalu mengatakan, 'Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap situasi yang mengerikan ini'.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuntut agar Beijing bersikap transparan tentang apakah virus corona bocor dari laboratorium di Wuhan. Dia mengatakan 'masih banyak yang harus dipelajari. Pemerintah AS sedang bekerja keras untuk memastikan hal ini'.

Dia menambahkan bahwa salah satu kerja sama terbaik yang harus dilakukan China adalah 'membiarkan dunia masuk dan mengizinkan para ilmuwan dunia mengetahui dengan persis bagaimana hal itu terjadi, lebih tepatnya bagaimana virus itu mulai menyebar'.

5 dari 7 halaman

Penelitian Virus Corona Sejak Tahun 2018

Kecurigaan terhadap China telah meningkat setelah Washington Post melaporkan bahwa para diplomat AS di Beijing menulis tentang laboratorium di Wuhan pada tahun 2018.

Diplomat AS memperingatkan Departemen Luar Negeri tentang 'penelitian laboratorium terhadap virus corona pada kelelawar dan kemungkinan penularannya kepada manusia berisiko memunculkan wabah baru seperti SARS'.

6 dari 7 halaman

Laboratorium di Wuhan Panik

Sementara sumber-sumber intelijen AS mengatakan tak lama setelah wabah virus corona menyebar, para pejabat di Institut Virologi Wuhan menghancurkan sampel virus dan menghapus laporan sebelumnya.

Tidak hanya itu, laboratorium di Wuhan juga membredel surat kabar akademik. Mereka juga mencoba menyalahkan pasar hewan di Wuhan, tempat hewan liar diperjualbelikan.

Sumber-sumber tersebut percaya bahwa 'Pasien Nol' adalah pekerja magang di laboratorium tersebut, yang menyebarkan virus ke penduduk setempat setelah menginfeksi pacarnya.

7 dari 7 halaman

China Membantah Terlibat

Sumber lain menggambarkan 'biaya untuk menutup kasus ini sebagai biaya paling mahal yang dikeluarkan pemerintah China'.

Beijing menekankan bahwa keterlibatan Institut Virologi di Wuhan hanya kebetulan. Mereka menolak dikaitkan dengan laboratorium itu dan menyebutnya sebagai 'teori konspirasi yang tidak mendasar'.

Dalam sebuah surat kepada The Mail pada hari Minggu, seorang juru bicara kedutaan China mengatakan, 'Tidak ada hal yang disembunyikan, dan tidak pernah ada rahasia yang ditutupi'.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar