Detik-detik Anjloknya KRL di Bogor, Penumpang Terjepit

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 10 Maret 2019 12:07
Detik-detik Anjloknya KRL di Bogor, Penumpang Terjepit
Penyebab masih diinvestigasi.

Dream - KRL rute Jatinegara-Bogor dengan kode 1722 mengalami anjlok di Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat. Salah satu kereta di bagian ujung sampai keluar lintasan lalu ambruk dan menutupi jalur sebaliknya.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.05 WIB. Posisi kereta berada di jalur dari Stasiun Cilebut menuju Stasiun Bogor.

Salah satu penumpng, Nida, mengatakan kereta baru meninggalkan Stasiun Cilebut. Tiba-tiba, kereta mengerem secara mendadak saat dalam perjalanan menuju Stasiun Bogor.

" Jadi pas kereta sudah lewat Stasiun Cilebut di perlintasan Dadali JPL 28 tiba-tiba kereta ngerem mendadak, yang terdengar dari gerbong belakangan guncangan gede banget," ujar Nida, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 10 Maret 2019.

Kabel listrik tegangan tinggi di atas kereta ikut tertarik, menyebabkan satu tiang patah. Tiang tersebut kemudian roboh dan menimpa kereta 6 dari rangkaian yang terdiri dari 8 kereta itu.

Menurut Nida, masinis mengalami luka. Terdapat sejumlah penumpang yang terjepit di kereta itu.

" Masinisnya tadi dibawa ke rumah sakit, sekarang masih ada korban di gerbong yang terjepit," kata dia.

1 dari 3 halaman

Evakuasi Terus Berjalan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menjalankan proses evakuasi dan pendampingan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) 1722 yang anjlok di Kebon Pedes, Bogor.

" Petugas dari PT KAI Daop 1 dan PT KCI telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang dan KRL," ujar P Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulisnya.

Eva mengatakan, PT KCI masih belum dapat menyimpulkan penyebab anjloknya kereta tersebut.

" Penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut," kata dia.

Eva mengatakan, PT KCI memohon maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor - Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya sehubungan dengan adanya anjlokan KA 1722 itu.

" Hingga kini perjalanan KRL lintas Bogor Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya belum dapat dilayani," ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

KRL Jatinegara-Bogor Anjlok, Kereta Ujung Ambruk dan Tutup Lintasan

Dream - Kereta Rel Listrik (KRL) nomor 1722 rute Jatinegara-Bogor mengalami anjlok di Kebon Pedes, Bogor, pada Minggu, 10 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 WIB.

" KA 1722 (Jatinegara-Bogor) mengalami kendala tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Saat ini masih dalam proses evakuasi unit terkait," tulis akun Twitter resmi @CommuterLine.

Informasi awal yang diperoleh Dream, saat ini kondisi kereta mati. Sejumlah penumpang tampak menjalani evakuasi keluar rangkaian kereta.

Sementara itu petugas pelayanan kereta (PPK) tidak meninggalkan kabin karena tidak bisa berkoodinasi dengan masinis.

Corporate Communication Manager PT KA, Eva Chairunisa, masih menunggu informasi mengenai detail peristiwa tersebut.

" Baik ditunggu," kata Eva, dalam pesan singkat kepada Dream.

Kondisi kereta yang keluar lintasan itu pertama viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Twitter @Harsaputra4.

Dari video yang dia bagikan, tampak sejumlah penumpang berjalan menunduk menghindari kabel yang nyaris jatuh.

Sementara itu kondisi gerbong pertama tampak ambruk dan menutupi rel dari arah sebaliknya. Salah satu tiang penyangga kabel listrik tegangan tinggi patah dan menimpa rangkaian KRL.

3 dari 3 halaman

Berjubel Naik KRL ke Bogor, Jokowi: Goyang Satu Centi Saja Tidak Bisa

Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya menumpangi kereta rel listrik (KRL) ke  Bogor untuk mengecek kebenaran informasi tentang kepadatan penumpang kereta lintas Bogor-Jakarta itu.

Jokowi diketahui menumpang kereta dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor, Rabu, 6 Maret 2019. Seperti diketahui, tiap akhir pekan Jokowi biasanya menghabiskan waktu di Istana Bogor. 

" Kita betul-betul merasakan betul kondisi sebenarnya. Mau bergerak saja tidak bisa terutama yang dari Jakarta ke Depok itu mau bergerak saja tidak bisa," ujar Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 8 Maret 2019.

Jokowi mengatakan takjub saat menaiki kereta pada jam sibuk. Dia bahkan harus berdiri hingga stasiun tujuannya.

" Ya tadi pas jam-jam seperti itu, coba mau goyang satu senti saja tidak bisa. Kita bisa agak longgar itu pun masih berdiri setelah dari (stasiun) Depok menuju Bogor yang turun sudah agak banyak," kata dia.

 

Sudah lama saya mendengar keluhan soal penuh sesaknya kereta komuter KRL pada jam-jam sibuk pulang kantor di Jakarta dan sekitarnya. Itulah yang membawa saya Rabu sore lalu, ikut berjejalan dalam kereta komuter KRL Jakarta-Bogor bersama orang-orang pulang kerja. Dan benar. Di gerbong delapan KRL yang penuh penumpang itu, selama perjalanan beberapa kali saya mendengar usulan: “ Tambah gerbong, Pak.” Atau, “ tambah kereta, Pak.” Dan aneka masukan spontan. Datang dan ikut berbaur dengan para komuter itu, saya jadi tahu persoalan di lapangan. Suara-suara warga yang saya temui terdengar hangat, akrab, tulus dan apa adanya. Terima kasih kepada warga yang berkenan menemani saya berbincang di perjalanan, yang berswafoto dan tentu saja kepada yang telah mengambil foto ini. Saya minta izin untuk menayangkannya di sini.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Dari hasil blusukannya, Jokowi mengaku mendapat banyak masukan dari penumpang. Mulai dari penambahan gerbong hingga penambahan kereta.

Terkait permintaan yang disampaikan lewat langsung tersebut Jokowi akan mempertimbangkan keinginan penumpang kereta itu. Sebab, kata dia, penambahan kereta akan banyak menutup persimpangan yang berdampak pada kemacetan.

" Oleh sebab itu pekerjaan besar di Jakarta saya adalah elevated (layang), kereta yang elevated. Itu saja memang biaya besar tapi tidak ada jalan lain selain itu," ujar dia.

Di akun Instagram pribadinya, Jokowi menuliskan ucapan terima kasih warga yang menyuarakan aspirasi dan menemaninya berbincang selama perjalanan.

" Terima kasih kepada warga yang berkenan menemani saya berbincang di perjalanan, yang berswafoto dan tentu saja kepada yang telah mengambil foto ini. Saya minta izin untuk menayangkannya di sini," kata dia.(Sah)

Beri Komentar