Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sebaran Corona di Luar China Meningkat: Iran, Italia, dan Korsel Waspada

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 2 Maret 2020 12:02
Sebaran Corona di Luar China Meningkat: Iran, Italia, dan Korsel Waspada
Di Iran, kematian akibat Covid-19 tercatat mencapai 54 orang.

Dream - Sebaran kasus infeksi virus corona, Covid-19, di luar dataran China meningkat pesat sejak 28 Februari 2020.

Berdasarkan data Johns Hopkins- The Centre for Systems Sains and Engineering (JHU-CSSE) peningkatan kasus infeksi Covid-19 melonjak 3.700 kasus sejak 28 Februari 2020.

Pada 28 Februari 2020, tercatat kasus infeksi sebesar 5,3 ribu orang. Sementara itu hari ini, 2 Maret 2020, data pukul 10.23 WIB, kasus infeksi mencapai 9 ribu orang.

Kematian terbesar di luar dataran China tercatat di Iran, Italia, serta Korea Selatan. Di Iran, kematian akibat Covid-19 tercatat mencapai 54 orang. Jumlah kematian itu terjadi pada 978 pasien dalam kasus infeksi Covid-19.

Data sebaran virus Corona di luar China

Data sebaran virus Corona di luar China

Sementara itu, di Italia, dari 1.694 kasus, terdapat 34 kematian. Adapun Korea Selatan, yang mencatat terjadinya 4.212 kasus, terdapat 22 yang meninggal dunia.

Kasus sebaran Covid-19 di China telah mencapai 80.026. Dari jumlah tersebut, 44.463 pasien dinyatakan sudah sembuh.

Sementara itu, 2.912 orang yang menderita Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Kematian terbesar berada di pusat sebaran awal Covid-19, Provinsi Hubei dengan 2.803 kematian.

Corona

(Sumber: Johns Hopkins- The Centre for Systems Sains and Engineering, JHU-CSSE)

Beberapa negara tetangga Indonesia, misalnya Singapura, Malaysia, Australia, Filipina, hingga Vietnam kini juga masih berjuang menghadapi sebaran Covid-19. Indonesia saat ini belum melaporkan gejala Covid-19.

 

1 dari 4 halaman

Kenapa Indonesia Tidak Ada?

Dilaporkan Merdeka.com, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyebut, ada tiga kemungkinan mengapa virus Corona belum dilaporkan terjadi di Indonesia.

Pertama, dia menduga bahwa pasien positif corona tak melaporkan kondisinya ke rumah sakit. Kedua, kemungkinan terjadinya kesalahan deteksi.

Ketiga, adanya ketidakcocokan antara standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan program yang dikembangkan Indonesia. Sehingga, virus corona tak terdeteksi.

Namun, Hermawan menilai instrumen kesehatan di Indonesia sebenarnya telah memadai. Misalnya, pusat pengendalian penyakit menular yang dimiliki seluruh Dinas Kesehatan.

" Dan kita punya profesi yang namanya tenaga survilens dan juga epinolog. Artinya human resources kita sebenarnya cukup melakukan early detection, melakukan kajian-kajian lapangan. Bahasa kita helath intelegen," jelas dia.

2 dari 4 halaman

TKW Ilegal di Taiwan Positif Corona

Dream - Seorang pengasuh asal Indonesia terinfeksi virus corona, Covid-19, di Taiwan. Pekerja migran itu membagikan pengalamannya di bangsal isolasi Taiwan, melalui video di media sosial, Facebook dan TikTok

Dilaporkan Taiwan News, pengasuh asal Indonesia itu diumumkan menjadi pasien virus corona ke-32 di Taiwan pada Rabu, 26 Februari 2020.

Pihak berwenang percaya bahwa pengasuh, yang berusia 30-an, terjangkit virus saat mengunjungi pasien ke-27 untuk mengkonfirmasi dengan penyakit yang diderita.

Pasien ke-27 yaitu seorang pria lanjut usia berusia 80-an dan di rumah sakit New Taipei. Dia merawat pria itu mulai 11 hingga 16 Februari sebagai pekerja migran tidak berdokumen.

Central Epidemic Command Center (CECC) mencatat bahwa wanita itu bepergian dengan kereta api dan bus (Rute 38) antara distrik Shulin dan Banciao New Taipei selama beberapa kali dari 16 hingga 19 Februari 2020.

3 dari 4 halaman

Pemerintah Akan Pantau

Pada 18 Februari 2020, dia bertemu dengan seorang teman yang berkunjung dari Kaohsiung.

Orang Indonesia kemudian pindah ke rumah sakit lain untuk melayani sebagai pengasuh, tanpa disadari menempatkan orang lain pada risiko infeksi.

Dia ditemukan oleh polisi di rumah sakit pada 24 Februari dan segera dikirim ke karantina dan diuji.

Dua hari kemudian, dia didiagnosis dengan virus dan sejak itu telah menjalani perawatan di bangsal isolasi.

Namun, pasien membawa Facebook dan Tik Tok untuk menyiarkan langsung pengalaman itu dan mengungkapkan informasi wajah dan rumah sakitnya kepada pemirsa.

Sementara itu, dilaporkan Liputan6.com, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mengatakan telah menerima informasi dari otoritas Taiwan mengenai seorang pekerja migran Indonesia yang terkonfirmasi positif kasus Covid-19.

" Pekerja migran tersebut berstatus undocumented dan bekerja merawat orang tua. Saat ini yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi di rumah sakit di Taipei dan kondisinya stabil," jelas pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan tertulisnya.

KDEI Taipei sejauh ini telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Taiwan, untuk memastikan yang bersangkutan ditangani sebaik mungkin.

" Dan akan terus memantau secara dekat kondisi PMI tersebut," jelas pihak Kemlu.

4 dari 4 halaman

Diisukan Terpapar Corona, Ini Kata Jackie Chan

Dream - Aktor legendaris Hong Kong, Jackie Chan, sempat dikabarkan dikarantina karena terpapar virus Corona, Covid-19. Namun akhirnya, dia membuat klarifikasi dan mengaku sehat-sehat saja.

" Terima kasih atas kekhawatiran kalian semua! Saya akan dan sangat sehat," ujar Jackie Chan melalui Instagram resminya, @jackiechan, diakses pada Jumat, 28 Februari 2020.

Jackie Chan meminta para penggemar untuk tidak mengkhawatirkannya. Dia menyatakan saat ini tidak sedang dikarantina.

" Saya mohon jangan khawatir, saya tidak dikarantina. Saya harap semua juga tetap aman dan sehat!" kata dia.

Kabar Jackie dikarantina sempat menimbulkan keraguan. Sebab, satu-satunya bukti adalah foto yang menunjukkan beberapa polisi terinfeksi Corona karena berkumpul dan makan di sebuah restoran.

Beri Komentar