Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Lewat Indramayu, 68 WNI Kru Diamond Princess Dibawa ke Sebaru

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 1 Maret 2020 15:46
Lewat Indramayu, 68 WNI Kru Diamond Princess Dibawa ke Sebaru
Sejumlah fasilitas kesehatan dipersiapkan.

Dream - Sebanyak 68 anak buah kapal Diamond Princess yang dipulangkan ke Indonesia akan diterbangkan ke Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat. Dari lokasi tersebut, para ABK tersebut segera dibawa ke Pulau Sebaru Kecil untuk menjalani observasi selama 28 hari. 

Sebelumnya di kapal ini diketahui ada penumpang asal Inggris yang meninggal karena virus corona Covid-19. Ada 8 kru kapal yang merupakan WNI positif corona dan menjalani perawatan di Jepang.

Sementara 68 WNI lainnya yang dalam keadaan sehat akan diobservasi di Pulau Sebaru. " Para WNI ABK Diamond Princess rencananya akan dibawa pulang pada Minggu 1 Maret 2020 pukul 18.00 waktu setempat dan tiba di tanah air sekitar pukul 23.30 WIB," tulis Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dr Achmad Yurianto, Minggu, 1 Maret 2020.

Achmad mengatakan, perjalanan menuju Pulau Sebaru Kecil menggunakan jalur darat dan laut. Setelah dari Bandara Kertajati Majalengka, 68 ABK tersebut dibawa ke pelabuhan Indramayu.

Dari pelabuhan itu, 68 ABK dibawa menggunakan KRI Soeharso ke Pulau Sebaru Kecil.

" Rencananya demikian, tapi masih kami koordinasi lagi," singkat dia.

1 dari 5 halaman

Persiapan

Tim Liputan6.com juga mengonfirmasi kepada Hendy, narahubung penjemputan 68 WNI dari Kementerian Kesehatan. Menurut dia saat ini opsi pelayaran dari Indramayu adalah yang paling memungkinkan. Namun pihaknya mengatakan masih berkordinasi lagi untuk benar memastikan.

" Iya sementara Indramayu tapi kita masih koordinasi lagi, karena kan mendaratnya nanti dijadwalkan tengah malam, masih ada opsi lain. Tapi terkait opsi lain itu belum bisa kami ungkap dulu, masih koordinasi," kata dia.

Sementara itu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka, menyiapkan fasilitas khusus terkait rencana kepulangan WNI ABK Diamond Princess yang akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi mengatakan, proses penerbangan WNI ABK Diamond Princess dari Yokohama, Jepang ke Bandara Kertajati seluruhnya di bawah pengendalian dan koordinasi Kementerian Kesehatan.

" Betul, seluruh kegiatannya langsung di bawah Kementerian Kesehatan, Bandara KJT (Kertajati) telah menyiapkan fasilitas terkait penerbangan," kata Salahudin. (mut)


Sumber: Liputan6.com/ Muhammad Radityo Priyasmoro

2 dari 5 halaman

Persiapan Pulau Sebaru Jelang Observasi WNI dari Kapal Pesiar

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan fasilitas observasi di Pulau Sebaru. Lokasi tersebut akan digunakan untuk mengobservasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar World Dream, Kamis, 27 Februari 2020.

" Hasil dari peninjauan lokasi tersebut yaitu persiapan lokasi penempatan WNI telah mencapai 85 persen," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo

Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, agar proses persiapan rampung pada Jumat, 28 Februari 2020 sebelum pukul 08.00 WIB.

Waktu tersebut yaitu perkiraaan KRI dr. Soeharso yang membawa WNI dari titik temu kapal pesiar World Dream di Kepuauan Riau akan tiba di Pulau Sebaru.

“ Kesiapan sudah 85 persen. Tinggal melengkapi fasilitas pendukung yang lain,” kata Hadi.

Hadi mengatakan, proses persiapan kelengkapan baik dari fasilitas, personel serta alutsista untuk menyambut peserta observasi tersebut tergolong cepat.

Seluruh kelengkapan tersebut dikirim dari Jakarta pada Rabu, 26 Februari 2020 sore menggunakan KRI Banda Aceh dan dibongkar di perairan Sebaru pada Kamis, 27 Februari 2020 dini hari.

Setelah mendarat di Pulau Sebaru, tim segera melakukan pengerjaan persiapan kelengkapan fasilitas tersebut.

Direktur Pengelolaan Logistik BNPB, Rustian memastikan bahwa fasilitas disiapkan untuk observasi WNI ini lebih bagus dari yang sudah pernah dilakukan di Natuna pada akhir Januari 2020.

" Pulau Sebaru ini adalah rumah. Jadi ada kamar-kamarmya bagus, fasilitasnya sudah lengkap dan jauh lebih bagus dari Natuna sebelumnya. Diestimasikan dapat menampung sekitar 200 orang,” ungkap Rustian di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

3 dari 5 halaman

Tim Disiagakan

Selain itu, untuk melancarkan proses observasi selama 14 hari sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 760 lebih sumber daya manusia dari Tentara Nasional Indonesia, BNPB, dan tim tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan disiagakan di Pulau Sebaru.

TNI juga membuat helipad khusus untuk menyiagakan helikopter sebagai salah satu penunjang kebutuhan observasi.

Sebagai informasi, Pulau Sebaru menjadi lokasi yang dipilih Pemerintah Indonesia untuk observasi sebanyak 188 WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar World Dream terkait virus corona, Covid-19.

Pulau Sebaru merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang pernah digunakan untuk rehabilitasi pecandu narkoba pada 2003-2007 dan berlanjut pada 2012.

Pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu tersebut terdapat delapan bangunan yang dapat digunakan dengan kondisi terawat.

Dalam hal ini, tiga bangunan akan dipakai untuk tempat tinggal sementara bagi WNI laki-laki selama observasi, satu bangunan untuk WNI wanita dan satu bangunan akan digunakan untuk ruangan isolasi. Satu bangunan akan disiagakan untuk posko kesehatan, satu bangunan untuk ruang karantina dan satu bangunan untuk ruangan ring satu.

4 dari 5 halaman

Wabah Corona, Warga Italia 'Dilarang' Cipika Cipiki

Dream - Sebaran virus corona, Covid-19, membuat sejumlah tradisi perlu dihindari. Salah satunya ciuman pipi kiri dan kanan alias cipika cipiki. Memang belum ada larangan resmi tapi baru sekadar saran para ahli.

Para ahli mendesak warga Italia untuk menghindari ciuman pipi karena kondisi itu memicu penyebaran Covid-19. Sebab di Italia, setelah 12 orang di negara itu meninggal.

Para ahli khawatir salam hangat tradisional di Eropa itu bisa memicu penyebaran penyakit. Para ahli mengatakan, membatasi kontak, termasuk kecupan di pipi dan pelukan saudara, dapat membantu memperlambat wabah penyakit.

Dilaporkan Daily Star, Seorang ahli penyakit menular di University of Minnesota, Michael Osterholm, mengatakan, cara ini dilakukan agar masyarakat aktif mengurangi risikomu.

Giorgia Nigri, seorang ekonom berusia 36 tahun di Roma, mengatakan, " Para ahli sudah mulai menyarankan agar kita tidak saling memberi ciuman di pipi sebagai salam atau salam perpisahan dengan orang asing, itu masuk akal.”

5 dari 5 halaman

Orang-orang Italia Diminta Melindungi Diri

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan tadi malam sekarang ada lebih dari 80.000 kasus Covid-19 di 34 negara.

“ Sambil memerangi penyakit ini dan penyebarannya, kita juga harus belajar dari respons di Italia. Pengalaman kamu, sesulit apa pun, juga sangat berharga bagi pemahaman kami tentang cara mengatasi penyakit ini," ucap Hans.

“ Beban Covid-19 adalah beban bersama yang membutuhkan respons kolektif dari mereka yang dekat dan jauh dari dampak langsungnya saat ini. Setiap orang perlu melakukan bagian mereka," kata dia.

Hans meminta, orang-orang Italia untuk melindungi diri dan otoritas kesehatan publik dan sehat saat bepergian.

" Ini termasuk mengamati kebersihan tangan dan pernapasan,” kata dia.

Beri Komentar