Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Penampakan Meteor Saat Purnama Merah (Foto: New Science/Jose Maria Madiedo)
Dream - Fenomena super blood wolf moon pada Senin, 21 Januari 2019, ditandai peristiwa menarik. Viral di laman komunitas Reddit, seorang warganet merekam cuplikan kerlip kecil berwarna kuning-putih muncul di permukaan bulan.
Peneliti dari University of Huelva, Spanyol, Jose Maria Madiedo, mengatakan, cahaya itu asli. Selama bertahun-tahun, Jose dan rekan-rekannya berharap dapat menyaksikan dampak meteorit saat bulan sedang purnama penuh. Pencahayaan dari peristiwa ini agak menyulitkan Jose dan rekan-rekannya.
Meski demikian, Jose sempat merekam peristiwa itu. Dia menggandakan jumlah teleskop yang digunakan untuk merekam peristiwa itu menjadi delapan buah.
" Aku punya perasaan, kali ini akan melihat peristiwa itu terjadi," kata Jose, dikutip dari laman New Science, Kamis 24 Januari 2019.
Setelah gerhana, perangkat lunak secara otomatis menujukkan kilat yang direkam beberapa teleskopnya. Cara ini untuk mengonfirmasi bahwa kilatan yang muncul bukan hanya anomali optik pada sensor kamera.
" Saya benar-benar bahagia ketika ini terjadi," ucap dia.
Jose mencatat, kilatan itu cukup terang. Tetapi, dia berandai, jikalau bulan tak sedang purnama, tabrakan meteor itu akan mudah terdeteksi.
Meskipun belum secara resmi menghitung ukuran meteor itu, Jose menduga beratnya sekitar 2 kilogram dan berbentuk seukuran bola.
Peneliti dari Royal Astronomical Society, Robert Massey, mengatakan kilatan itu membuktikan tata surya memiliki kedinamisan.
" Kombinasi dari permukaan yang gelap dan banyak orang yang menonton membuat dampak kilatan terlihat," ucap Massey.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha