Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Israel Tembaki Jamaah Palestina
Dream - Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki Moon menilai aksi gencatan senjata antara Israel dan pejuang Hamas di Gaza mahal harganya. Agresi Israel itu dibayar mahal dengan kematian dan kehancuran dari pertempuran hampir satu bulan penuh. Peristiwa yang disebutnya sangat `mengejutkan` sekaligus `memalukan` dunia.
Gencatan senjata Gaza yang memasuki hari kedua pada Rabu kemarin terjadi setelah Mesir menggelar pembicaraan perdamaian tak langsung, dengan perwakilan Israel dan Palestina. Pembicaraan itu bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen.
" Kita harus berusaha agar masa tenang ini berubah menjadi gencatan senjata berkesinambungan," kata Ban Ki-moon dalam pertemuan informal dengan 193 anggota Majelis Umum PBB. " Gencatan senjata ini harus dibayar mahal dan terlalu berat untuk ditanggung."
Ban menyerukan diakhirinya serangan roket dari Gaza dan penyelundupan senjata, serta mengangkat blokade Israel dan Mesir di Gaza. Dia juga menyerukan Gaza kembali di bawah satu pemerintah Palestina, yang menerima dan mematuhi komitmen internasional terhadap perdamaian yang dibuat oleh Organisasi Pembebasan Palestina.
Hamas merebut Jalur Gaza pada tahun 2007 dari pasukan yang setia kepada Presiden Mahmoud Abbas yang didukung Barat. Abbas adalah ketua faksi Fatah yang menguasai Tepi Barat di Palestina. Pada bulan April, Fatah dan Hamas, yang menganjurkan penghancuran Israel, mengumumkan persatuan dan Abbas melantik pemerintah Palestina bersatu pada bulan Juni.
Utusan PBB untuk perdamaian Timur Tengah Robert Serry mengatakan, kehadiran delegasi Palestina bersatu di Kairo merupakan perkembangan yang menggembirakan terhadap Otoritas Palestina, yang didukung Barat terkait tanggung jawabnya di Gaza.
" Sangat tidak bertanggung jawab jika nantinya hasil pembicaraan akan membawa kita kembali ke status quo," kata Serry.
Pejabat Gaza mengatakan, perang telah menewaskan 1.867 warga Palestina, kebanyakan warga sipil. Israel mengatakan 64 tentara dan tiga warga sipil telah tewas sejak pertempuran dimulai pada tanggal 8 Juli.
" Kematian dan kehancuran besar-besaran di Gaza mengejutkan dan membuat malu dunia," kata Ban. " Siklus penderitaan yang tidak masuk akal di Gaza dan Tepi Barat, serta di Israel, harus diakhiri."
Pierre Krähenbühl, Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa bendera PBB di wilayah Palestina terbang setengah tiang pada hari Rabu. Ini untuk mengenang 11 staf PBB yang tewas dalam konflik.
Sebanyak 90 bangunan PBB telah rusak. Ada serangan terhadap enam sekolah PBB yang menewaskan puluhan warga sipil Palestina yang mencari perlindungan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya