Kyoto Animation Dibakar, 33 Karyawan Tewas

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 19 Juli 2019 11:00
Kyoto Animation Dibakar, 33 Karyawan Tewas
Serangan ini disebut sebagai serangan terburuk selama satu dekade terakhir di Jepang.

Dream - Serangan pembakaran menimpa studio animasi Kyoto Animation, Jepang, Kamis pagi, 18 Juli 2019. Aksi pembakaran itu mengakibatkan 33 orang tewas.

Dilaporkan The Mainichi, serangan ini disebut sebagai serangan terburuk selama dekade terakhir di Jepang.

Polisi menyebut, pelaku pembakaran memasuki studio No 1 gedung Fushimi Ward, Kyoto Animation, barat Kyoto, sekitar pukul 10.30.

Setelah masuk, dia menyiram bensin sembari berteriak. " Mati!" dan memantik api.

Pelaku dilaporkan terluka dan dibawa ke rumah sakit. Polisi menemukan kontainer plastik dan pisau yang tertinggal di tempat kejadian perkara.

1 dari 5 halaman

Pemadam Dikerahkan ke Kyoto Animation

Pelaku mengaku ke polisi telah membakar tiga gedung Kyoto Animation.

Peristiwa pembakaran itu juga menyebabkan 36 luka-luka dan 10 diantaranya luka serius.

Sekita 30 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Sektiar 70 orang termasuk karyawan berada di studio No.1 saat insiden ini.

 

2 dari 5 halaman

CEO Apple Turut Berduka Atas Kyoto Animation

Kebakaran ini memancing reaksi dari penggemar animasi buatan Kyoto Animation. Salah satunya CEO Apple, Tim Cook.

" Kyoto Animation merupakan rumah bagi beberapa pemimpi dan animasi bertalenta di dunia-serangan dahsyat hari ini merupakan tragedi yang dapat dirasakan hingga jauh di luar Jepang. Seniman KyoAni membagi kegembiraan ke seluruh dunia dan lintas generasi dengan karya mereka," tulis Tim.

3 dari 5 halaman

Cerita Heroik Orangtua Lindungi Anak dari Kebakaran

Dream - Sepasang orangtua mengorbankan diri demi apapun untuk sang anak. Kisah itu bukan hanya kalimat bijak, di China, sepasang orangtua rela kehilangan nyawa demi melindungi sang putri dari kebakaran.

Pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Distrik Liwan, Guangzhou, itu menjadikan tubuh mereka sebagai tameng agar si jago merah tak membakar sang putri.

Kebakaran di kamar apartemen di lantai lima itu terjadi pada 19 Juni 2019 pukul 15.00 waktu setempat.

Dalam video yang diunggah di laman media sosial, pasutri terlihat meringkuk. Di bawah mereka, sang putri yang berusia empat tahun.

Dilaporkan Weibo, Unit Pemadam Kebakaran Guangzhou mengirim 16 mobil pemadam kebakaran dan 99 petugas kebakaran ke apartemen tersebut.

Petugas berusaha memadamkan api dengan selang air. Petugas juga berusaha menyelamatkan keluarga itu dengan tangga.

 

4 dari 5 halaman

Ibu Meninggal Dunia

Tapi, usaha petugas pemadam kebakaran itu tak mampu menyelamatkan sang ibu. Perempuan itu dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, anak dan ayahnya selamat dalam kondisi kritis. Sang anak mengalami luka serius di bagian kepala.

Dua anak lain dari keluarga itu selamat karena sedang berada di rumah.

Menurut Unit Pemadam Kebakaran Guangzhou, kebakaran dimulai di lantai atas gedung apartemen berlantai enam. Pakaian dan benda-benda kayu dikatakan benda yang terbakar di dalam api.

 

5 dari 5 halaman

Terjebak Jeruji Besi

Seorang kerabat keluarga yang tinggal di sekitar daerah itu, Zhang sempat meminta bantuan ketika api mulai terlihat. Tapi, sudah menjadi terlalu besar ketika dia sampai di flat dan dia tidak berani naik.

Laporan resmi petugas pemadam kebakaran, keluarga itu terjebak di area rumah karena jeruji besi yang dipasang di jendela.

Jeruji semacam ini sangat umum digunakan untuk mencegah pencuri. Meski demikian posisi pemasangannya harus tetap berhati-hati.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. (ism)

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis