5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Penerbangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dari Singapura menuju Sydney, Australia, harus berlangsung lebih lama. Sebab, pesawat Netanyahu tidak dibolehkan melintas di kawasan udara Indonesia.
Lama penerbangan langsung dari Singapura ke Sydney memerlukan waktu rata-rata delapan jam. Namun, berdasarkan rekaman data penerbangan yang terlacak laman FlightAware, pesawat Netanyahu mengudara selama lebih dari 11 jam.
Waktu tempuh pesawat yang ditumpangi Netanyahu tiga jam lebih lama dari penerbangan lain, diduga karena menghindari kawasan udara Indonesia. Laman The Guardian, sebagaimana dikutip Dream pada Kamis 23 Februari 2017, mengutip delegasi Netanyahu yang membenarkan rute tersebut.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Indonesia soal kabar ini.
Penerbangan tersebut dioperasikan oleh El Al. Pesawat yang dipasangi bendera Israel itu sebelumnya juga ditolak melintas di kawasan udara negara-negara Muslim.
Netanyahu mendarat di Sydney kemarin pagi sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Lawatan empat hari ini adalah kali pertama Netanyahu berkunjung ke Australia.
Indonesia dan Israel memang tidak menjalin hubungan diplomatik resmi. Larangan melintas tersebut sebagai bagian dari sikap Indonesia terhadap Israel.
Netanyahu sempat mengatakan ketiadaan hubungan diplomatik antara Israel dengan Indonesia tidak relevan. Tetapi, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Sekretaris Kabinet menyatakan hubungan dengan Israel baru akan dinormalisasi jika Palestina sudah merdeka.

The Washington Post menganalisis rute yang dilewati oleh pesawat Netanyahu itu. Berdasarkan grafik yang dimuat laman asal Amerika Serikat itu, pesawat Netanyahu harus memutar.
Grafik itu menunjukkan pesawat Netanyahu harus memutar, dari Singapura menuju langit Filipina-Papua Nugini-Australia. Jarak yang ditempuh 5.887 mile dengan waktu tempuh 11 jam 3 menit.
Laman asal Paman Sam itu membandingkan dengan penerbangan pesawat Singapore Airlines. Pesawat komersial asal negeri Singa itu menempuh rute Singapura-Sydney via langit Indonesia. Jarak yang ditempuh hanya 4.414 mile dengan waktu yang dibutuhkan hanya 7 jam 38 menit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?