Usai Dikarantina di Natuna, Mahasiswi Klaten Berharap Diterima Masyarakat

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 18 Februari 2020 14:00
Usai Dikarantina di Natuna, Mahasiswi Klaten Berharap Diterima Masyarakat
"Mohon masyarakat tidak takut dengan kami," ucap dia.

Dream - Seorang mahasiswi Indonesia dari Wuhan, China, Hilyatu Millati Rusdiyah, 33 tahun, pulang ke kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah. Sebelumnya, Milla menjalani observasi dan karantina di Natuna, Kepulauan Riau selama 14 hari untuk memastikan dia tidak terpapar virus corona.

Milla bersyukur dapat berkumpul dengan keluarga. Dia berharap masyarakat tak takut dengan kondisinya

" Jadi mohon masyarakat tidak takut dengan kami dan khawatir dengan kedatangan kami paska-observasi," ucap Milla, Selasa 18 Februari 2020.

Milla berterima kasih kepada pemerintah yang memutuskan mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan. Dia mengaku kondisinya sehat dan tak ada satu pun dari rekan-rekannya yang menunjukkan gejala-gejala terjangkit Covid-19.

Sementara, mengenai kelanjutan kuliah program doktor di Chongqing University, Milla mengaku tetap bisa dilakukan melalui kelas online. Dia belum memutuskan apakah akan kembali ke Wuhan atau tidak.

Sumber:

1 dari 4 halaman

355 Orang Terpapar Virus Corona, Jepang Beri iPhone Penumpang Kapal Pesiar

Dream - Sebanyak 70 kasus baru sebaran virus corona, Covid-19, terjadi di atas kapal pesiar The Diamond Princess, yang bersandar di Yokohama, Jepang. Dengan kasus baru tersebut, total infeksi yang ditemukan di kapal pesiar itu mencapai 355 orang.

Untuk diketahui, kapal pesiar tersebut mengangkut sekitar 3.700 penumpang termasuk awak kapal. Artinya ada sekitar 9 persen penumpang yang terkonfirmasi terjangkit virus corona.

Dilaporkan Shanghaiist, kasus ini menandai kasus konsentrasi penderita wabah Covid-19 di luar China. Sementara itu, Singapura berada di posisi kedua dengan 75 kasus.

Penumpang kapal The Diamond Princess telah menjalani karantina di atas kapal sejak 3 Februari 2020. Periode karantina secara teknis seharusnya berakhir pada 19 Februari 2020, meskipun tidak jelas apakah periode itu akan diperpanjang.

Biasanya, individu telah diisolasi selama 14 hari setelah kontak dekat terakhir mereka dengan seseorang yang terinfeksi virus.

Dengan kasus-kasus baru dilaporkan setiap hari di kapal, sepertinya karantina dapat berlangsung selamanya. Meskipun pemerintah Jepang belum mengumumkan perubahan rencana.

2 dari 4 halaman

Evakuasi Warga Positif Covid-19

Sekitar 400 penumpang merupakan orang Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS menjadi negara pertama yang berusaha memindahkan dan memulangkan warganya.

Pada Senin, 17 Februari 2020, dua pesawat yang disewa pemerintah AS meninggalkan bandara Tokyo membawa lebih dari 300 warganya. Para warga AS tersebut harus tetap di karantina selama dua pekan setelah tiba kembali di AS.

Setidaknya 40 penumpang The Diamond Princess AS di kapal telah terinfeksi virus corona. Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa 14 dari mereka yang terinfeksi diterbangkan kembali ke AS di salah satu pesawat sambil tetap dipisahkan dari penumpang lainnya.

Penerbangan evakuasi lain juga dilakukan Israel, Hong Kong, Kanada, dan Australia.

Sementara itu, pemerintah Jepang telah memberikan iPhone ke setiap kabin di kapal, sehingga penumpang akan dapat menggunakan aplikasi yang dibuat Kementerian Kesehatan Jepang.(Sah)

3 dari 4 halaman

Guru Besar Unair Klaim Tanaman Empon-Empon Bisa Tangkal Virus Corona

Dream - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof.C.A. Nidom mengklaim empon-empon bisa menanggulangi sebaran virus corona, Covid-19. Kondisi ini pula yang membuat masyarakat Indonesia terhindar dari infeksi Covid-19.

“ Di masakan Indonesia sudah terkandung banyak Curcumin, seperti kunyit sereh jahe dan lainnya. Mungkin itulah kenapa hingga saat ini belum ada yang positif terjangkit,” kata Nidom, kepada beritajatim.com, diakses Senin, 17 Februari 2020.

Nidom mengatakan, Curcumin mampu meningkatkan antibodi dan menguatkan sel-sel tubuh. Sehingga, kata dia, masyarakat Indonesia diminta tak perlu panik karena obat dan formulasinya preventif dan mudah ditemukan.

“ Jangan disalahkan virusnya, virus apapun jenisnya akan tetap ada di sekitar kita. Tinggal kita yang harus menjaga kekebalan tubuh kita. Dengan memanfaatkan curcumin, kita bisa mengurangi penggunaan masker dan membeli obat kimia. Gunakan Curcumin, itu pencegahan terbaik dan termurah,” ucap dia.

" Pada dasarnya virus corona ini merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin,” ucap dia.

4 dari 4 halaman

Formula Ini Untuk Preventif

Nidom, yang juga peneliti virus flu burung, mengatakan dampak klinis yang ditimbulkan virus flu burung sejatinya lebih berat. Virus flu burung mampu menyebabkan badai sitokin yang merusak paru-paru.

Nidom mengatakan, dia memiliki formula yang ampuh untuk mencegah terjangkitnya virus flu burung saat itu. Dia menyebut, formula ini juga mampu mencegah atau menangkal Covid-19.

" Pada dasarnya formula obat ini digunakan untuk preventif virus corona," kata dia.

Sumber: Beritajatim.com

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam