Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Komjen Iriawan (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Dream - Tes Covid-19 sedang dinantikan banyak pihak. Ada dua kelompok yang bakal didahului untuk melakukan rapid test ini, yang menurut Presiden Jokowi bakal diprioritaskan untuk kalangan medis yang terpapar berkali-kali terpapar dari dan pihak yang kontak dekat pasien positif Covid-19.
Sebuah fakta yang mengejutkan, rupanya tes bisa dilakukan secara mandiri. Video viral memperlihatkan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan terlihat menyambangi kediaman Jerry Hermawan Lo, seorang pengusaha dan juga pegiat otomotif.
Dalam rekaman berdurasi 01.31 menit itu, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menggunakan pakaian dinas kepolisian. Sedangkan pemilik rumah, Jerry Hermawan Lo mengenakan kaos biru dengan celana abu-abu. Keduanya menutup mulut dengan masker.
Saat memasuki perkarangan rumah, keduanya disemprot disinfektan. Mereka lantas menuju ke salah satu ruangan. Di halaman rumah terparkir kendaraan bus pelayanan kesehatan plat hitam.
Tidak diketahui instansi mana yang memiliki kendaraan tersebut. Namun orang di balik rekaman tersebut menyebut kendaraan itu milik, " Dinas Pelayanan Kesehatan."
Dalam video Jerry Hermawan Lo memberikan keterangan bahwa keluarga besarnya sedang menjalani tes kesehatan terkait virus Corona atau Covid-19.
" Ini lagi tes pemeriksaan corona untuk seluruh keluarga besar JHL. Kebenaran saudara kita Bapak Iwan mampir buat kontrol. Ini pak dokter lengkap dengan mobil rotgennya. Ini semuanya dicek jantung, ambil darah untuk cek Corona," kata Hermawan seperti yang dikutip Liputan6.com dari video tersebut, Rabu 25 Maret 2020.
Iriawan membenarkan dirinya mendatangi kediaman Jerry Lo, Selasa, 24 Maret 2020. Ia datang untuk memenuhi undangan.

" Kemarin memang benar saya datang ke rumah Bapak Jerry untuk memenuhi undangan beliau menyaksikan proses pengecekan kesehatan keluarga besar dan seluruh karyawan rumah tangganya (sopir, asisten rumah tangga dll). Kedatangan saya pada sore hari selepas pulang kantor semata-mata untuk memenuhi ajakan yang berangkutan yang sedang melakukan test covid -19 di rumah dengan menggunakan klinik mobile medis dr RS Royal Progres, termasuk mengecek darah dan rongent keluarga," ungkap Iriawan dalam keterangan tertulisnya pada Liputan6.com.
Menurut Iriawan, Jerry Lo mengadakan tes Corona adalah untuk mengetahui keluarga ataupun pegawainya yang terpapar Corona.
" Adapun maksud dan tujuan ybs sekeluarga melaksanakan test agar jelas apakah ada keluarga, supir, satpam, asisten rumah tangga dan karyawannya yang terpapar virus Covid 19. Yang bersangkutan memanggil dokter dari rumah sakit karena test covid- 19 yang ada di pasaran tidak didapatkan," kata Iriawan.
Sementara itu, dalam keterangan terpisah, Jerry mengatakan, dirinya mengundang Iriawan untuk melihat tes yang dilakukan tim dokter dari RS Royal Progress Sunter.
" Kedatangan Ketua Umum PSSI Muhammad Iriawan dalam video tersebut karena memang dihubungi JHL. Dia juga menawarkan apabila PSSI akan melakukan test yang sama dengan dilakukan dirinya," kata Jerry dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Maret 2020.
Jerry mengatakan, pemeriksaan kesehatan di lakukan di kediamannya pada Selasa, 24 Maret 2020. Tes kesehatan tersebut menggunakan klinik mobile medis dari rumah sakit Royal Progres yang beralamat ada di Danau Sunter Utara Paradise 1 Jakarta Utara.
" Tidak benar bahwa tes kesehatan itu merupakan hasil bantuan dari pemerintah," ujar dia.
Laporan Ady Anugrahadi/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Pemerintah menetapkan dua golongan yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona (Covid-19). Mereka adalah orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien serta tenaga kesehatan (Nakes).
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien. Golongan ini juga bisa mencakup orang yang satu kantor dengan pasien.
Sementara itu, Rapid Test untuk Nakes juga diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien.

Achmad menjelaskan Rapid Test bukanlah pemeriksaan langsung terhadap virus Covid-19, melainkan dilakukan dengan memakai metode pemeriksaan antibodi, zat pemusnah bakteri atau virus di dalam tubuh.
“ Metode Rapid Test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada Rapid Test ini adalah antibodi nya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah," tutur dr. Achmad lewat keterangan Kemenkes, Rabu 25 Maret 2020.

Rapid Test memerlukan waktu 6-7 hari hingga terbentuk antibodi untuk pemeriksaan darah. Bisa hasilnya positif maka pasien diyakini sedang terinveksi Covid-19. Jika hasil menunjukkan negatif 2 kali, pasien diyakini tidak terinfeksi namun sangat rentan terinfeksi.
“ Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,” ungkap Yurianto. (mut)
Sumber: Kementerian Kesehatan
Dream - Pemerintah mulai melakukan rapid test corona atau Covid-19. Rapid test ini dilakukan terlebih dahulu ke wilayah yang paling rawan.
" Rapid test memang sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada contact tracking dari pasien positif Covid-19," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Kata Jokowi, petugas medis dari rumah sakit dan puskesmas yang ditunjuk mendatangi satu per satu rumah warga di wilayah itu untuk meminta warga melakukan tes Covid-19.
Ia mengatakan, wilayah itu ada di Jakarta. " Di Jakarta Selatan" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya