Terjadi Lagi! Jasad Direbut dari RS, Ketahuan Tertular Corona Usai Dikubur Warga

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 18 Juli 2020 09:40
Terjadi Lagi! Jasad Direbut dari RS, Ketahuan Tertular Corona Usai Dikubur Warga
Celakanya, tak lama setelah pemakaman selesai, hasil swab test akhirnya keluar.

Dream - Ditengah pandemi covid-19 yang belum mereda, masih banyak insiden memilukan yang terjadi di masyarakat. Salah satunya insiden yang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Warga merebut paksa jenazah pasien positif corona yang baru selesai dipulasari.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 16 Juli 2020 pagi. Kejadian berawal saat AR, memiliki gejala sesak napas akut dan dilarikan ke RSUD Grati, Selasa 14 Juli 2020 lalu.

“ Si pasien masuk ke RSUD tanggal 14 Juli dengan keluhan sesak napas akut,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya.

1 dari 4 halaman

Hasil rapid test reaktif

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Warta Bromo, pihak keluarga mengatakan AR sudah mengeluh sesak napas sehari sebelumnya.

“ Saat dibawa kondisinya memang cukup parah,” jelas Anang.

Rapid test yang dilakukan terhadap pasien menunjukan hasilnya reaktif. Namun, karena kondisinya tak sadar, petugas belum bisa melakukan test swab.

2 dari 4 halaman

Negosiasi Lokasi Pulasar

Pengambilan sampel swab, baru dapat dilakukan sehari berikutnya yakni pada tanggal 15 Juli 2020, ketika kondisi AR membaik. Namun pada Kamis, 16 Juli 2020, pasien meningal dunia.

Menurut Anang, sang pasien menghembuskan napas terakhir sekira pukul 06.00. Saat itu, hasil test swab belum didapat.

Menurut protokol kesehatan, pasien dengan gejala Covid-19, proses penanganan jenazah pun dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Jenazah semula akan dibawa ke RSUD Bangil untuk pemulasaran jenazah.

“ Dibawa ke Bangil karena di RSUD Grati belum punya fasilitas pemulasaran jenazah pasien positif. Dan itu banyak rumah sakit yang ndak punya,” kata Anang.

Namun, pihak keluarga menolak. Mereka meminta pemulasaran dilakukan di RSUD dr. Soedarsono, Kota Pasuruan. Dan, setelah melalui negosiasi, pihak rumah sakit pun bersedia.

3 dari 4 halaman

Dimakamkan Tanpa Prokotol

Di saat inilah kegaduhan mulai terjadi. Pihak keluarga merebut paksa jenazah yang baru saja dipulasari itu.

“ Sudah. Jenazah sudah dibungkus, bahkan sudah dimasukkan ke dalam peti,” terang Anang. Oleh pihak keluarga, jenazah tersebut kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Rowogempol, Kecamatan Lekok.

Perebutan jenazah dilakukan dengan cara pihak keluarga membuka paksa peti jenazah. Setelah itu, bersama warga yang lain, mereka menggelar shalat jenazah di masjid setempat.

Dari masjid, warga kemudian membawa jasad AR guna dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, tanpa penerapan protokol kesehatan.

 

4 dari 4 halaman

Celakanya, tak lama setelah pemakaman selesai, hasil swab test akhirnya keluar.

Hasil swab menunjukkan, pasien laki-laki dengan usia 29 tahun itu dinyatakan positif Covid-19.

Berikut videonya:

      View this post on Instagram    

#info #IT Warga Rebut Jenazah Pasien Covid-19 asal Lekok 16 Juli 2020 ABAIKAN PROTOKOL: Warga Rowogempol membawa jenazah AR, pasien positif Covid-19 untuk dimakamkan, Kamis (16/07/2020). Foto: Istimewa. Pasuruan (WartaBromo.com) – Insiden memilukan terjadi di Kabupaten Pasuruan. Sekelompok warga merebut paksa jenazah pasien positif yang baru selesai dipulasari. Peristiwa itu terjadi Kamis (16/07/2020) pagi. Kejadian bermula saat AR, yang mengalami sesak napas dibawa ke RSUD Grati, Selasa (14/07/2020) lalu. “ Si pasien masuk ke RSUD tanggal 14 Juli dengan keluhan sesak napas akut,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya. Berdasar informasi dari pihak keluarga, keluhan tersebut sudah dirasakan si pasien sejak empat hari sebelumnya. “ Saat dibawa kondisinya memang cukup parah,” jelas Anang. Dari hasil rapid test yang dilakukan terhadap pasien, hasilnya reaktif. Namun, karena kondisinya tak sadar, petugas belum bisa melakukan test swab. Pengambilan sampel swab, terang Anang, baru dilakukan sehari berikutnya. Yakni, pada tanggal 15 setelah kondisi pasien sedikit membaik. Namun, pada Kamis (16/07/2020) si pasien meninggal dunia. Menurut Anang, sang pasien mengembuskan napas terakhir sekira pukul 06. 00. Saat itu, hasil test swab belum didapat. Karena memiliki gejala dengan Covid-19, proses penanganan jenazah pun dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Karena itu, jenazah semula akan dibawa ke RSUD Bangil untuk pemulasaran jenazah. “ Dibawa ke Bangil karena di RSUD Grati belum punya fasilitas pemulasaran jenazah pasien positif. Dan itu banyak rumah sakit yang ndak punya,” kata Anang. Namun, pihak keluarga menolak. Mereka meminta pemulasaran dilakukan di RSUD dr. Soedarsono, Kota Pasuruan. Dan, setelah melalui negosiasi, pihak rumah sakit pun bersedia. Akan tetapi, dari sinilah kegaduhan mulai terjadi. Pihak keluarga merebut paksa jenazah yang baru saja dipulasari itu. “ Sudah. Jenazah sudah dibungkus, bahkan sudah dimasukkan ke dalam peti,” terang Anang. Oleh pihak keluarga, jenazah tersebut kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Rowogempol, Kecamatan Lekok.

A post shared by ???????????????????????????????????? (@ndorobeii) on

(Sah, Sumber: Wartabromo.com)

Beri Komentar