Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Bawa Jenazah AR (Foto: Warta Bromo)
Dream - Ditengah pandemi covid-19 yang belum mereda, masih banyak insiden memilukan yang terjadi di masyarakat. Salah satunya insiden yang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Warga merebut paksa jenazah pasien positif corona yang baru selesai dipulasari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 16 Juli 2020 pagi. Kejadian berawal saat AR, memiliki gejala sesak napas akut dan dilarikan ke RSUD Grati, Selasa 14 Juli 2020 lalu.
“ Si pasien masuk ke RSUD tanggal 14 Juli dengan keluhan sesak napas akut,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Warta Bromo, pihak keluarga mengatakan AR sudah mengeluh sesak napas sehari sebelumnya.
“ Saat dibawa kondisinya memang cukup parah,” jelas Anang.
Rapid test yang dilakukan terhadap pasien menunjukan hasilnya reaktif. Namun, karena kondisinya tak sadar, petugas belum bisa melakukan test swab.
Pengambilan sampel swab, baru dapat dilakukan sehari berikutnya yakni pada tanggal 15 Juli 2020, ketika kondisi AR membaik. Namun pada Kamis, 16 Juli 2020, pasien meningal dunia.
Menurut Anang, sang pasien menghembuskan napas terakhir sekira pukul 06.00. Saat itu, hasil test swab belum didapat.
Menurut protokol kesehatan, pasien dengan gejala Covid-19, proses penanganan jenazah pun dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Jenazah semula akan dibawa ke RSUD Bangil untuk pemulasaran jenazah.
“ Dibawa ke Bangil karena di RSUD Grati belum punya fasilitas pemulasaran jenazah pasien positif. Dan itu banyak rumah sakit yang ndak punya,” kata Anang.
Namun, pihak keluarga menolak. Mereka meminta pemulasaran dilakukan di RSUD dr. Soedarsono, Kota Pasuruan. Dan, setelah melalui negosiasi, pihak rumah sakit pun bersedia.
Di saat inilah kegaduhan mulai terjadi. Pihak keluarga merebut paksa jenazah yang baru saja dipulasari itu.
“ Sudah. Jenazah sudah dibungkus, bahkan sudah dimasukkan ke dalam peti,” terang Anang. Oleh pihak keluarga, jenazah tersebut kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Rowogempol, Kecamatan Lekok.
Perebutan jenazah dilakukan dengan cara pihak keluarga membuka paksa peti jenazah. Setelah itu, bersama warga yang lain, mereka menggelar shalat jenazah di masjid setempat.
Dari masjid, warga kemudian membawa jasad AR guna dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, tanpa penerapan protokol kesehatan.
Celakanya, tak lama setelah pemakaman selesai, hasil swab test akhirnya keluar.
Hasil swab menunjukkan, pasien laki-laki dengan usia 29 tahun itu dinyatakan positif Covid-19.
Berikut videonya:
(Sah, Sumber: Wartabromo.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya