Menko PMK: Jika Jatim Bisa Ditekan, Setengah Kasus Covid-19 Nasional Selesai

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 Juli 2020 19:00
Menko PMK: Jika Jatim Bisa Ditekan, Setengah Kasus Covid-19 Nasional Selesai
Penanganan Covid-19 di Jawa Timur dinilai sangat kompleks.

Dream - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, penanganan Covid-19 di Jawa Timur perlu terus diitensifkan. Sebab, kasus Covid-19 di provinsi paling timur Pulau Jawa ini sangat komplek.

Jika angka positif Covid-19 di Jatim bisa ditekan, dampaknya sangat besar bagi kasus infeksi virus corona nasional. Bahkan apabila Jatim bisa ditangani, setengah dari kasus nasional bisa selesai.

" Jawa Timur ini memiliki tingkat kesulitan penanganan yang sangat kompleks. Saya meyakini betul kalau di sini (Jatim) bisa ditekan, maka 50 persen urusan penanganan Covid-19 secara nasional akan bisa cepat selesai," ujar Muhadjir, dikutip dari Liputan6.com.

 

1 dari 2 halaman

Muhadjir mengatakan, beberapa langkah yang telah dijalankan pemerintah untuk menekan angka Covid-19 Jatim seperti menambah jumlah sarana prasarana penanganan. Mulai dari fasilitas rumah sakit rujukan seperti menambah alat kesehatan dan alat pelindung diri hingga membuat rumah isolasi.

Selain itu, disediakan mess keluarga untuk isolasi suspek Covid-19. Fasilitas ini berada di Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementerian PUPr Surabaya.

Juga menyiapkan 350 kamar di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk penanganan pasien Covid-19. Penambahan fasilitas juga akan dilakukan di Gresik dan Sidoarjo.

" Nanti akan ditindaklanjuti oleh Pangkogab untuk koordinasi dengan Gugus Tugas daerah sehingga penanganannya lebih terdistribusi tidak menumpuk hanya di Surabaya," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Muhadjir juga memastikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera melengkapi alat kesehatan primer untuk penanganan kasus di Jatim. Terutama alat kesehatan di 99 rumah sakit rujukan khususnya di Surabaya Raya.

" Gugus Tugas harus menjamin di Jawa Timur ini tidak boleh ada keterlambatan baik PCR kit maupun reagen di lab," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

Beri Komentar