Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Presiden Ma'ruf Amin
Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menegaskan vaksinasi Covid-19 hukumnya wajib kifayah. Hukum tersebut wajib ditunaikan sampai terjadinya herd immunity atau imunitas kelompok di dalam masyarakat.
" Vaksinasi itu juga untuk imunisasi, supaya imun," ujar Ma'ruf dalam Muhasabah dan Istighosah bersama Wapres dan MUI, disiarkan NU Channel.
Herd immunity, kata Ma'ruf, bisa terjadi jika 70 persen masyarakat suda mendapatkan vaksin. Jika angka tersebut sudah terpenuhi, maka hukum wajib tersebut dapat gugur.
" Artinya 182 juta baru hilang kewajiban, kalau mau disebut kifayah kalau sudah disebut 182 juta yang bisa menyebabkan herd immunity ini, jadi ini kewajiban, kalau terjadi apa-apa dosa kita," kata dia.
Ma'ruf juga menyatakan dalam pandangan ulama, pelaksanaan protokol kesehatan maupun Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah wajib. Selain melawan musuh dalam hal ini virus corona, melindungi diri dari bahaya yang terjadi merupakan kewajiban setiap manusia.
" Dengan demikian, pengobatan dan menjaga diri dari wabah dan tidak duduk di bawah tembok yang mau roboh itu wajib. Ini syariahya ada," ungkap Ma'ruf.
Lebih lanjut, dia berharap masyarakat tidak hanya disiplin menerapkan protokol kesehatan namun juga rajin berzikir dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Selain itu, para ulama diminta untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah mengajak masyarakat mengatasi pandemi bersama.
" Ini adalah tanggung jawab para ulama dalam rangka memperbaiki keadaan bangsa daripada musibah-musibah yang terjadi," ucap dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya