Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Bermain Bersama
Dream - Anak-anak selalu butuh contoh dalam segala hal. Mereka menyerap dengan baik apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Termasuk dalam hal bersosialisasi dan memulai pertemanan.
Ada anak yang dengan mudah langsung bermain dengan anak lain padahal baru ditemuinya. Namun ada juga yang justru merasa gugup, panik dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ramah dengan orang lain, memulai pertemanan atau menghadapi konflik adalah 'pelajaran' yang tak mereka dapatkan di bangku sekolah.
Untuk itu para orangtua harus jadi contoh yang baik dan mengajarkan mereka bagaimana bersikap ketika berhadap dengan orang lain, baik itu kerabat dekat atau orang asing. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan 'berlatih'.
" Anda bisa mulai melatih seperti orang asing dan mengajarkannya mengenalkan diri. Misalnya, 'halo, namaku Naira, kalau nama kamu siapa?' atau 'kita main bola bareng yuk, aku yang tangkap, kamu yang tendang?', minta anak menirukannya," ujar Esther Angelica, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari The Spruce.
Dengan mengajarkannya hal tersebut semacam memberi 'modal' kalimat perkenalan. Jika diajarkan terus ia akan mengingatnya dan akan melontarkannya saat bertemu orang baru. Bantu juga anak untuk memiliki teman yang bisa menjadi sahabatnya.
" Buat juga semacam acara main bersama, di mana anak bertemu dengan banyak anak seusianya. Anda bisa mengundang beberapa teman ke rumah atau janjian di playground untuk main bersama. Buatlah suasana yang seru agar anak merasa senang mendapat teman baru," kata Esther.
Setiap kesempatan yang Anda berikan pada Anda ketika ia berada dengan anak-anak lain membantunya cara bersosialisasi. Bahkan hanya dengan melihat anak lain mulai berteman atau membentuk kelompok merupakan pengalaman yang bagus untuk belajar.
" Tak perlu memaksa anak untuk bergabung dalam kelompok untuk bermain bersama, hal terpenting adalah anak merasa nyaman dan memulai pertemanan dengan caranya sendiri," ungkap Esther.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya