Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Qoda Rosmadi Dan Habib Arwani, Remaja Hafiz Di Ajang STQ Nasional (Dream/Maulana Alkautsar)
Dream - Gelaran Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-23 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta menghadirkan pemandangan menarik. Ttidak hanya orang dewasa, gelaran tahunan ini juga menampilkan wajah anak-anak sebagai peserta.
Sejumlah anak berusia di bawah 16 tahun berseliweran di tiga arena seleksi. Kebanyakan dari mereka mengikuti kategori hapalan di bawah 20 juz dan tilawah anak (membaca Al-Quran sesuai tajwid-nya).
Muhammad Ma'ruf, adalah salah satu contohnya. Peserta asal Jawa Barat ini baru berusia 15 tahun. Namun jangan ragukan kemampuannya menghapal Alqruan. Saat ini, Ma'ruf sudah sanggup menghafal 20 juz.
Ditemui Dream.co.id, di ajang STG NAsional, Ma'ruf mengaku baru pertama kali mengikuti acara ini. Motivasi ingin mengikuti jejak seorang kawannya yang mampu menghafal 30 juz Al-Quran saat di kelas 5 sekolah dasar menghantarkannya ke ajang ini.
"Teman pesantren saya itu bisa menembus MTQ internasional, saya jadi ingin seperti dia," katanya.
Momen mendebarkan uji kemampuan hafalan Ma'ruf baru akan diuji besok, Rabu, 12 Agustus 2015. Dia sedikit cemas menghadapi itu. "Bantu doa saya ya," pintanya ke Dream.
Rona tegang juga masih tersisa dari raut peserta asal Papua, Qoda Rosmadi. Bocah berusia 12 tahun ini telah menunjukkan kepiawaiannya membawa tilawah untuk kategori anak 12 tahun.
"Tak terukirkan," katanya sembari tersenyum.
Sedikit rasa tak percaya diri sempat menyelimuti perasaan bocah usia 12 tahun itu. Dia merasa ada sedikit kekurangan dari penampilannya. "Agak sedikit fals," katanya dengan logat Papua yang kental.
Berbeda dengan Ma'ruf dan Qoda, wajah Habib Arwani tampak santai. Bocah asal Kabupaten Keerom, Papua itu akan turun pada kategori hafalan satu juz. Ditanyai kesiapannya, dia hanya melemparkan tawa.
Banyaknya peserta anak hingga remaja ini diapresiasi betul oleh Koordinator Majelis Hakim STQ ke-23 Dr. Ahsin Sakho Muhammad. Dia mengatakan dengan adanya peserta anak artinya nilai-nilai Al-Quran sudah tumbuh di dalam keluarga Indonesia.
"Keluarga menjadi pilar terakhir nilai-nilai agama dan kebangsaan," katanya.
Ahsin juga berharap Al-Quran bukan hanya menjadi hafalan semata. Melainkan dapat dipahami dan dipraktikan untuk memberi kemajuan bagi bangsa.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan