Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Presiden Ketiga Indonesia BJ Habibie Dalam Diskusi Di Al Azhar Indonesia (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Mantan Presiden Ketiga Indonesia, Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie mengatakan Indonesia membutuhkan masjid untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dia beralasan, SDM yang unggul dibutuhkan karena negara tidak dapat terus bergantung pada kekayaan sumber daya alam (SDA).
" Bangsa ini membutuhkan sumber daya manusia terbarukan. Dan masjid menjadi salah satu tempat untuk meningkatkannya," kata Habibie dalam diskusi 'Peran Masjid dalam Membentengi Umat dari Pemikiran Menyimpang', di Kampus Al Azhar Indonesia, Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2016.
Dia mencontohkan fenomena itu dalam eksodus tenaga kerja muda asal Timur Tengah ke Eropa. Menurut dia, 1,3 juta anak-anak muda Timur Tengah mampu bersaing di Eropa karena adanya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya dan agama yang unggul.
Untuk itu, dia menyarankan agar Indonesia mampu mencontohkan sinergi tiga elemen itu secara positif. " Produktivitas dan kualitas SDM bangsa ditentukan sinergi tiga elemen itu secara positif," ucap dia.
Sinergitas itu diperlukan agar orang mampu berpikir jernih. Sebab, kata dia, pemahaman agama tanpa konteks dan kualitas hidup dapat menjerumuskan manusia kepada terorisme.
" Orang ngebom itu bukan masalah agama, namun karena masalah tidak ada harapan lagi," ucap dia.
Lebih lanjut, ilmuwan Indonesia ini berharap masjid membuka ruang agar masyarakat belajar dan memahami ajaran agama, budaya, dan pengetahuan sebagai kesatuan yang utuh. Dengan begitu, keimanan dan ketakwaan dapat meningkat. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya