Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Muslimah Sedang Haid (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Haid merupakan mekanisme biologis yang terjadi pada tubuh wanita. Keluarnya darah kotor menjadi penghalang bagi kaum hawa untuk melaksanakan ibadah.
Mungkin ada sebagian wanita yang bersedih ketika mendapat haid, apalagi di bulan Ramadan. Sebab, mereka terhalang untuk melakukan puasa.
Bahkan di zaman dulu, wanita haid dianggap sebagai aib. Mereka diusir dari rumah karena dianggap menjijikkan.
Peristiwa ini menjadi fenomena sehingga Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah Muhammad SAW berupa Surat Al Baqarah ayat 222.
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Haid itu adalah kotoran'. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Rasulullah SAW dalam sabdanya menegaskan, "Lakukan apa saja kecuali jimak (bersetubuh) yakni boleh bagi suami untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya, makan bersama dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan istrinya seperti biasa ketika suci."
Dalam riwayat Bukhari, tergambar bagaimana Rasulullah SAW bersikap pada istri-istrinya yang sedang haid, padahal mereka sedang melaksanakan haji.
"Dari Aisyah RA, ia bercerita, 'Saat kami berhaji dengan Rasulullah SAW dan ketika sampai di kota Sarf kami menangis karena haid sehingga kami tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah SAW pun mencoba menenangkannya dengan mengatakan, 'Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thowaf.' Aisyah berkata, 'Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya."
Kaum wanita, ada hikmah yang bisa dipetik dari haid. Pertama, melatih wanita untuk tidak jijik terhadap cairan mani saat menikah nanti.
Kedua, melatih lebih cekatan. Darah haid kadang muncul tiba-tiba dan perlu ditangani secepat mungkin. Dengan begitu, wanita menjadi terampil mengurus dirinya.
Pengalaman tersebut juga bisa menambah kemampuan wanita ketika mereka mengurus suami dan anak-anaknya. Apalagi saat mereka merawat bayinya yang tentu bersentuhan dengan najis.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
