Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz, Bersama Presiden Joko Widodo.
Dream - Arab Saudi merupakan salah satu negara Timur Tengah yang menanamkan modalnya di Indonesia. Selama lima tahun, total investasi Arab Saudi ke Indonesia mencapai US$34,6 juta (Rp462,35 miliar).
Dikutip dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diterima Dream, Kamis 2 Maret 2017, tercatat Arab Saudi tidak menanamkan modalnya pada tahun 2012. Barulah pada tahun 2013, nilai penanaman modal asing (PMA) Arab Saudi tercatat sebesar US$400 ribu (Rp5,34 miliar), lalu meningkat menjadi US$2,9 juta (Rp38,75 miliar) pada 2013.
Investasi Arab Saudi baru mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2015 sebesar U$30,4 juta. Namun kembali turun di tahun berikutnya menjadi hanya US$900 ribu (Rp12,02 miliar).
Pada periode 2012-2016, investor Arab Saudi menanamkan modalnya di sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, sektor hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, sektor pertambangan, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, serta sektor jasa lainnya.
Realisasi investasi terbesar Arab Saudi ada di sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, yaitu US$28,8 juta (Rp384,85 miliar). Diikuti oleh sektor hotel dan restoran sebesar US$2,6 juta (Rp34,74 miliar), serta sektor perdagangan dan reparasi sebesar US$2,4 juta (Rp32,07 miliar).
Untuk lokasi, investor Arab Saudi paling suka menanamkan modalnya di daerah Banten. Hal ini terlihat dari besar investasi Arab Saudi di Banten, yaitu sebesar US$29,2 juta (Rp390,19 miliar). Lokasi lainnya yang menjadi favorit Arab Saudi adalah Jakarta yang nilai investasinya sebesar US$2,2 juta (Rp29,39 miliar), dan Bali sebesar US$1,5 juta (Rp20,04 miliar).(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya