Dream – Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagerde menegaskan, infrastruktur merupakan kunci keberhasilan masa depan Asia.
Kegiatan seperti pembangunan jalan, rel kereta, pelabuhan serta penyediaan air dan listrik dapat membuat sebuah negara memiliki kota-kota yang lebih nyaman untuk ditinggali.
" Di negara-negara berkembang, kota-kota yang layak dengan fasilitas transportasi publik dan jaringan informasi dan teknologi yang baik dapat membantu melawan jebakan kelas menengah," kata Christine Lagarde di Jakarta, Rabu 2 September 2015.
Ia melanjutkan, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pembangunan infrastruktur di Asia membutuhkan dana sebesar USD 8,3 triliun hingga 10 tahun mendatang.
" Dan itu membutuhkan pendanaan dari pemerintah, jadi langkah pertama yang harus ditargetkan adalah investasi publik atau belanja infrastruktur," ungkapnya.
Dengan begitu, perlu dilakukan penguatan atas kebijakan fiskal yang terdiri dari perencanaan yang cermat, kontrol belanja yang efektif, serta meningkatkan mobilisasi pendapatan dari pajak.
" Namun, uang masyarakat saja tidak cukup. Infrastruktur juga butuh pasar modal untuk menyediakan sumber-sumber baru untuk pendanaan lain yang bersifat pribadi," tegas Lagarde.
" Maka, investasi privat juga perlu dibangun sebagai landasan dari lingkungan bisnis," pungkasnya.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru
