Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tidak Lama Lagi, Patung Jokowi Akan Dirilis Di Museum Madame Tussauds.
Pihak museum percaya diri patung Jokowi bisa menyedot perhatian banyak pengunjung
Dream – Masih ingat rencana Museum Madame Tussauds yang akan membuat patung lilin Presiden Joko Widodo (Jokowi)? Kini, rencana tersebut pelan-pelan akan segera terwujud.
Dilansir dari akun Facebook resmi Madame Tussauds Hong Kong, Kamis 23 Februari 2017, perwakilan museum—seniman dan pematung—menghabiskan waktu berjam-jam bersama Jokowi untuk mengukur Jokowi dan mengambil foto Jokowi.
Tentu ukuran dan foto tersebut akan digunakan untuk membuat patung lilin “Jokowi”.

Untuk mendapatkan detail tubuh Jokowi, tim sampai melakukan 200 pengukuran dan pemotretan terhadap mantan Walikota Solo tersebut.
General Manager Madame Tussauds Hong Kong, Jenny You, mengatakan patung tersebut akan dirilis pada pertengahan kedua tahun 2017.
Jenny mengatakan tim perwakilan Madame Tussauds ini terkesan dengan sikap profesional Jokowi dan mereka menikmati setiap momen ketika bekerja dengan mantan gubernur DKI Jakarta ini.
"Kami sangat lega Presiden Jokowi mau meluangkan waktunya dari kesibukan untuk sesi ini," kata dia.
Jenny memuji Jokowi adalah seseorang yang bersahabat dan sabar. Dia juga tidak keberatan menghabiskan waktu dengan tim untuk berdiskusi membuat patung lilin dirinya secara sempurna.
"Kami percaya diri kehadiran ‘beliau’ bisa menarik lebih banyak pengunjung," kata dia.

Sekadar informasi, Jokowi akan menjadi presiden Indonesia kedua yang akan tampil di museum ini. Sebelumnya, pengelola museum sudah membuat patung lilin Presiden Soekarno.