Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
ISSI Dan JII Menguat Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream – Indeks syariah menutup awal perdagangan di pekan pertama November 2017 dengan bahagia. Selama lima hari berturut-turut, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) bahkan tak pernah sekalipun ditutup melemah.
Aktifnya aksi beli pemodal lokal dan asing turut membantu laju dua indeks acuan saham syariah. Meski sentimen regional cenderung fluktuatif, pemodal masih cukup yakin mengoleksi saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 3 November 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,452 poin (0,24%) ke level 186,327. Indeks ISSI sempat melemah usai dibuka menguat di level 186,225. Level terendah ISSI tercatat berada di 184,679.
Berbeda dengan ISSI, indeks 30 saham unggulan syariah justru digdaya di zona positif. Indeks JII menutup perdagangan dengan menanjak 5,063 poin (0,69%) ke level 735,382.
Meski menjelang libur akhir pekan, investor justru ramai mengoleksi saham-saham jelang pembukaan awal pekan mendatang. Ini terlihat dari volume dan transaksi perdagangan saham syariah yang naik signifikan.
Hari ini sebanyak 110,20 juta saham syariah beralih pemilik dengan dana berputar mencapai Rp5,74 triliun, naik dari perdagangan kemarin di level Rp4,7 triliun.
Transaksi beli saham banyak didominasi pemodal lokal. Pasalanya, asing malah menambah porsi jual sahamnya dengan nett sell mencapai Rp261, 3 miliar.
Investor banyak menanamkan dananya di saham-saham sektor barang konsumsi dan manufaktur yang mencatat kenaikan indeks 1,70 persen dan 1,04 persen.
Sebaliknya, empat sektor mengalami penurunan indeks yaitu perdagangan sebesar 1,5 persen, keuangan 0,60 persen, industri aneka 0,51 persen, dan pertambangan 0,36 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer hari ini adalah UNVR yang harga sahamnya menguat Rp800, ICBP Rp225, INDF Rp125,TPIA Rp125, dan TLKM Rp60.
Sebaliknya, yang top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp200, ASII Rp50, PGAS Rp50, SMGR Rp50, dan PTBA Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 71 poin (0,52%) ke level Rp13.481 per dolar AS. (Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
