Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud M. D. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Kenaikan biaya administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) menyedot perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud M. D.
Dikutip dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Jumat 6 Januari 2017, Mahfud menyindir pihak pemerintah dan aparat hukum yang enggan mengaku siapa pengusul kenaikan biaya administrasi ini.
Isu ini semakin menghangat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kenaikan biaya administrasi itu terlalu tinggi.
Karena tidak ada yang mengaku, Mahfud pun berkelakar. Dalam guyonannya, kenaikan biaya administrasi surat-surat kendaraan bermotor itu disebabkan oleh Imam Besar, Front Pembela Islam (FPI), Habib Riziq.
“ Kata Presiden, kenaikan biaya STNK/BPKB terlalu tingi. Polri & Kemenkeu mangaku bkn pihak yg menetapkannya. Salahnya Habib Riziq. Hahaha,” cuitnya.
Kata Presiden kenaikan biaya STNK/BPKB terlalu tinggi. Polri & Kemenkeu mangaku bkn pihak yg menetapkannya. Salahnya Habib Riziq. Hahaha.
— Mahfud MD (@mohmahfudmd)6 Januari 2017
Cuitan Mahfud ini pun menuai respons dari netizen. Ada yang turut tertawa dengan guyonan Mahfud. “ Mari tertawa sebelum tertawa kena pajak, wkwkwkwk,” cuit netizen berakun @gst_kartika.
Ada juga yang mengingatkan Mahfud berhati-hati dalam mencuit. “ Hati2, ntar prof di buli kaum tampa sumbu atau di laporin atas dasar penghasutan dsb. Zaman edan semua dilaporin,” tulis pengguna Twitter berakun @adhan4124.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya