Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Selama ini, sangat jarang ekonom, khususnya di negara maju, yang mau menyelesaikan masalah keuangan dengan pendekatan agama. Namun pemikiran itu pelan-pelan mulai terkikis. Seorang ekonom dari lembaga keuangan dunia bahkan mengakui keampuhan solusi cara Islami masa lampau yang bisa menyelesaikan tumbuhnya masalah utang rumah tangga.
Dialah Kepala Ekonom Citigroup, Willem Buiter. Dilansir dari Australian Financial Review, Selasa 28 Juni 2016, Buiter mengakui sistem keuangan syariah menawarkan skema pembiayaan untuk keluarga tak mampu, misalnya skema pembiayaan rumah.
" Rumah tangga seharusnya menjadi entitas terakhir yang berutang," kata dia kepada Australian Financial Review.
Buiter mengatakan rumah tangga memiliki aset yang kecil, yang membuat mereka tak bisa mengambil utang yang besar. Ada dua aset yang dimiliki oleh rumah tangga, yaitu sumber daya manusia dan properti.
" Itu tidak likuid dan sulit untuk direalisasikan," kata dia.
Buiter mengatakan solusinya adalah skema pembiayaan rumah syariah. Dalam agama, keuangan syariah melarang adanya bunga atau riba. Jadi, pemberi jasa keuangan tak boleh mengenakan bunga kepada peminjam untuk membeli suatu properti. Hasilnya, risiko keuangannya lebih kecil daripada pembiayaan rumah konvensional.
" Saya membeli rumah dari sebuah bank dengan dua cara. Pertama, dengan menyewanya. Selama bisa menyewa, saya tidak akan terdampak. Kedua, diskresi, misalnya Anda membayar 5 persen per tahun kepada bank," kata dia.
Risiko rendah
Buiter mengatakan manfaat skema pembiayaan syariah adalah rendahnya risiko keuangan. Misalnya, nasabah mengalami gangguan dalam pekerjaan, dia bisa berhenti membeli rumah atau menjualnya kembali rumah yang telah dibeli. Risiko digusur pun menjadi sangat kecil.
Skema pembiayaan ini sangat bermanfaat apabila diterapkan untuk perumahan yang biayanya tidak terjangkau. Contohnya lagi, seorang asisten profesor sulit membeli rumah di Palo Alto, California karena harganya terlalu mahal. Dia bisa patungan dengan Stanford untuk membeli rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya