Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar jajaran pemerintah memperbaiki dan menyempurnakan mekanisme penyerahan Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin), dan memastikan Raskin sampai pada yang berhak dengan kondisi yang layak konsumsi.
“ Yang lalu kita lihat memang, saya tidak tahu stoknya mudah-mudahan sudah habis, yang hitam berkutu, berjamur, yang tidak layak dikonsumsi betul-betul sudah tidak ada lagi. Habis dan berganti dengan stok baru yang kita beli, dan kita harapkan kualitas ke depan bisa jauh lebih baik lagi,” kata Jokowi seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Senin, 22 Juni 2015.
Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan penyaluran Raskin ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial bagi masyarakat. Namun, dia mendapat laporan mengenai permasalahan Raskin ini, yang berkaitan dengan pagu alokasi beras yang disediakan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga sasaran yang tercatat di kelurahan.
Selain itu, Jokowi juga menyoroti data penerima Raskin yang tidak sinkron serta masalah kondisi geografis, kondisi jalan, dan jarak tempuh. Hal ini mengakibatkan terganggunya mekanisme penyaluran baik di tingkat distribusi, titik bagi, maupun di rumah tangga sasaran.
“ Itu sekali lagi harus kita perbaiki. Juga masih kita jumpai satu, dua, tiga, empat rumah tangga sasaran yang sudah masuk dalam kategori mampu tapi masih juga menerima dalam pembagian Raskin. Ini juga harus mulai diteliti dan dievaluasi ulang,” tegasnya.
Terakhir mengenai kualitas beras, Jokowi menegaskan agar kualitas beras harus betul-betul memiliki kualitas yang baik dan layak untuk dikonsumsi.
“ Jangan sampai namanya Raskin, berasnya hitam yang saya lihat dan ada kutu,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya