Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bosnia Tertarik Untuk Ikut Serta Dalam Percaturan Bisnis Halal. (Foto: Salaam Gateway)
Dream – Perbankan Bosnia, produsen makanan, dan perhotelan mengadopsi standar halal untuk memenuhi kebutuhan pasar halal yang berkembang pesat. Pertumbuhan pasar halal ini didorong oleh banyaknya Muslim dan turis dari negara Kawasan Teluk serta meningkatnya perdagangan dengan negara-negara Arab.
“ Potensi pasarnya ini tinggi karena ada jurang antara permintaan dan pasokan,” kata kepala agensi sertifikasi halal, Amir Sakic, di Sarajevo, Bosnia, dilansir dari Salaam Gateway, Kamis 8 Desember 2016.
Sakic mengatakan agensi halal mereka telah mensertifikasi produk halal dari Bosnia, Serbia, Montenegro, dan Lithuania untuk mendukung produk halal mereka.
Disebutkan potensi pasar halal pada tahun 2015 mencapai lebih dari US$1 triliun (Rp13.332,5 triliun), menurut Deloitte Tohmatsu Consulting. Pasar ini tumbuh 15 persen dalam setahun.
Sertifikat halal ini sejalan dengan hukum syariah Islam. Suatu produk yang ingin mengantongi sertifikat halal ini tidak boleh mengandung bahan-bahan haram seperti babi, alkohol, dan darah. Lini produksi pun diminta untuk bebas dari hal-hal yang bersifat haram.
Salah satu produsen makanan di Sarajevo, Klas, mengklaim semua makanannya halal. Quality Manager Klas, Vasvija Poljo, menjelaskan produk mereka juga bebas dari kandungan zat berbahaya bagi kesehatan.
“ Semua bahan baku harus bebas dari pestisida, logam berat, organisme yang dimodifikasi (genetically modified organism/GMO), antibiotik, dan zat-zat yang berdampak negatif bagi kesehatan,” kata dia.
Bank syariah Bosnia, Bosna Bank International (BBI), menolong portofolio proyek halal senilai US$500 juta (Rp6,6 triliun). “ Industri halal ini adalah koridor ke dunia Islam karena (industri halal) adalah investasi terbesar dunia saat ini,” kata Direktur BBI, Amer Bukvic.
Perhotelan pun tak mau kalah ikut mengambil kue pasar halal. Pemilk dua hotel besar di Sarajevo, Saljo Mrkulic, mengatakan ada investor negara Teluk yang sengaja membeli lahan pertanian dan perusahaan produsen makanan di Serbia dan Bosnia untuk membantu memasok bahan makanan halal. Memang, membeli makanan organik lebih mahal daripada makanan biasa, namun pihak hotel akan mendapatkan hasil yang lebih baik.
“ Hal pertama yang dilakukan oleh turis Arab adalah melihat sertifikat halal. Memang mahal untuk mempertahankan sertifikat halal (untuk halal). Makanan organik memang mahal, tapi itu akan mendatangkan lebih banyak tamu,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya