Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Indeks Syariah, IHSG, Dan Rupiah "perkasa".
Dream - Indeks syariah keluar dari tekanan dna menutup perdagangan awal pekan terakhir Agustus 2018. Sentimen kemungkinan tak adanya kenaikan suku bunga The Fed mendorong pelaku pasar kembali berburu saham di lantai bursa.
Sentimen positif juga datang dari dalam negeri setelah pemerintah menyatakan akan menjaga tingkat stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.
Hadirnya sentimen positif itu membuat laju indeks syariah seharian menguat sepanjang sesi perdagangan. Penguatan juga dialami nilai tukar rupiah usai munculnya isu penundaan kenaikan suku bunga acuan The Fed.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 27 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 2,119 poin (1,2%) ke level 178,649. Aksi beli saham membuat saham ISSI terus terangkat sejak dibuka menguat di level 177,104. ISSI sempat bertengger di level tertinggi 178,649.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menguat 13,784 poin (2,13%) ke level 660,386. Sementara Indeks JII70 naik 2,936 poin (1,35%) ke level 220,736.
Secara keseluruhan, IHSG ditutup menguat 57,218 poin (0,96%) ke level 6.025,968.
Aksi beli saham ini mendorong 150 saham syariah terangkat. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, total transaksi mencapai 51,45 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,91 triliun.
Mayoritas indeks sektoral menghijau. Investor lebih suka memainkan saham di sektor infrastruktur dan industri aneka. Dua indeks ini menguat masing-masing sebesar 3,92 persen dan industri aneka 2,26 persen,
Hanya satu indeks yang melemah, yaitu indeks barang konsumsi sebesar 0,13 persen.
Harga saham INTP melesat Rp1.000, UNTR Rp725, UNVR Rp700, SMGR Rp650, dan LPPF Rp300.
Sebaliknya, harga saham ICBP terkoreksi Rp75, TPIA Rp50, SCMA Rp40, ADRO Rp15, dan BRPT Rp15.
Bagaimana dengan rupiah? Alhamdulillah, mata uang Garuda ini menguat.

Dolar AS lengser dari posisi Rp14.600 per dolar AS. Pada perdagangan sore ini, rupiah menguat 61 poin (0,42%) ke level Rp14.587 per dolar AS.
Rupiah sempat menyentuh level tertinggi di level Rp14.585 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya