5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Puasa yang dilakukan selama bulan Ramadan dapat membawa manfaat bagi kesehatan tubuh. Tapi perubahan pola makan dapat mempengaruhi masalah pencernaan dan menyebabkan gangguan, salah satunya gejala panas dalam yang dapat mengganggu aktifitas berikut ini.
Sembelit
Gejala panas dalam yang pertama biasanya gangguan pencernaan berupa susah buang air besar. Dikenal juga dengan sembelit, hal ini jika dibiarkan berlangsung lama, penumpukan kotoran dapat menyebabkan wasir atau ambeien. Untuk memperlancar proses pencernaan, tingkatkan asupan serat dan jaga konsumsi cairan minimal 8 gelas sehari.
Naiknya Asam Lambung
Naiknya asam lambung atau yang dikenal dengan GERD dapat terjadi karena terbatasnya asupan makanan dan minuman saat berpuasa. Hal ini dapat terjadi setelah makan sahur maupun berbuka puasa kemudian langsung tidur, karena asam dari lambung langsung naik ke tenggorokan.
Untuk mencegah kondisi ini, hindari makan berlebihan saat berbuka puasa dan jangan langsung tidur. Beri waktu 2-3 jam sebelum merebahkan diri di atas tempat tidur. Selain itu, hindari makanan dan minuman yang dapat meningkatkan produksi asam, seperti makanan pedas dan minuman yang mengandung kafein.
Radang Tenggorokan
Asam lambung yang naik ke tenggorokan tidak hanya menimbulkan rasa panas yang merambat naik, tapi juga dapat memicu radang. Akibatnya, terasa sakit saat berbicara atau menelan dan batuk-batuk. Selain disebabkan oleh panas dalam, hal ini juga dapat diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Selain menghindari makanan yang dapat memicu gangguan kesehatan ini, banyak konsumsi air hangat saat sahur maupun berbuka puasa untuk membuat tenggorokan jadi lebih nyaman. Jangan lupa juga untuk memiliki pola makan yang tinggi vitamin dan antioksidan, untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Puasa memang rentan menyebabkan gangguan kesehatan, terutama menyangkut masalah pencernaan. Jangan sampai hal ini mengganggu aktifitas sehari-hari, dengan memiliki gaya hidup sehat dan minum Larutan Penyegar Cap Badak.

Facebook.com/larutanpenyegar
Produk keluaran Sinde ini dibuat dari Gybsum Fibrosum dan Galcareus Spar. Kedua bahan alami ini telah dikenal dari generasi ke generasi dalam meredakan gejala panas dalam, seperti bau mulut, sariawan, bibir pecah-pecah, sembelit, dan radang tenggorokan. Diproses dengan teknologi modern dan mengutamakan kehigienisan, membuat Larutan Penyegar Cap Badak terjamin halal dan aman dikonsumsi untuk siapa saja.
Dikemas praktis dalam bentuk botol, kaleng, maupun sachet, sediakan saat sahur dan berbuka puasa agar terbebas dari panas dalam dan memberi kesegaran. Ada berbagai varian rasa yang dapat dipilih, mulai dari original hingga buah-buahan seperti jambu, jeruk, dan melon.
Jalani puasa dengan lancar tanpa gangguan pencernaan akibat panas dalam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?