Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Minum kopi telah menjadi kebiasaan banyak orang. Hampir semua orang di Indonesia harus menyeruput secangkir kopi untuk memulai aktivitas di pagi hari. Tak heran jika jumlah kedai kopi banyak bermunculan di Indonesia.
Namun mengonsumsi kopi secara rutin juga memiliki efek samping baik dan buruk yang harus diperhatikan.
Selain kafein atau kandungan yang ada di dalam kopi, ternyata penelitian terbaru membuktikan bahwa gelas atau wadah kertas untuk menyajikan minuman tersebut berbahaya bagi tubuh.
Dilansir dari Eat This, wadah kertas yang mengandung film plastik bisa menyebabkan munculnya partikel mikroplastik berbahaya di dalam tubuh.

Jika dihitung rata-rata konsumsi teh atau kopi per hari menggunakan gelas kertas akan menyebabkan masuknya 75 ribu partikel mikroplastik dalam tubuh yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Partikel tersebut dapat berkembang setelah 15 menit minum kopi atau teh dari wadah tersebut.
Plastik untuk wadah teh atau kopi tersebut hampir sama dengan yang dipakai pada ban mobil, pakaian serta produk kosmetik. Bahkan, sejumlah mikroplastik telah terkandung dalam sumber air maupun air laut.
Kandungan ini tentunya dapat membahayakan ekosistem laut serta kesehatan manusia. Menurut WHO, mikroplastik terkandung dalam 90 persen botol air minum yang terjual secara global.
Peningkatan jumlah mikroplastik dalamtubuh dapat menyebabkan penyakit berbahaya, bahkan kanker.
Penelitian yang dilakukan di Arizona State University menemukan bahwa kandungan tersebut berbahaya bagi paru-paru, ginjal, hati dan organ lainnya.
Namun, penelitian tersebut masih harus dikembangkan lebih lanjut. Beberapa penyakit lainnya yang diklaim berkaitan dengan mikroplastik adalah obesitas, masalah reproduksi serta terhambatnya perkembangan anak.
(Sumber: Eat This)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya