5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ibu Menyusui
Dream - Menyusui memang bukan proses mudah, butuh usaha dan dukungan dari banyak pihak untuk bisa berhasil. Salah satu yang membuat proses menyusui tidak berhasil adalah rasa sakit ketika bayi mengisap payudara ibu.
Beberapa ibu ada yang masih bisa menahan sakit saat menyusui. Tapi ada juga yang merasa sangat sakit hingga akhirnya menggunakan botol untuk memberi susu atau bahkan trauma menyusui.
Rasa sakit ini biasanya muncul di awal-awal menyusui setelah bayi lahir. Tapi ada juga yang sudah cukup lama menyusui atau dalam hitungan bulan rasa sakit masih muncul.
" Padal awal menyusui payudara masih dalam proses penyesuaian, begitu juga bayi masih belajar menyusui, rasa sakit memang sangat umum terjadi di awal-awal menyusui tapi biasanya akan segera mereda dalam hitungan minggu," kata Sandra Yates, seorang konselor laktasi.
Untuk mengurangi rasa sakit ini, para ibu dianjurkan untuk menggunakan krim dan rajin membersihkan putih sebelum melahirkan. Hal ini penting agar kelembapan puting terjaga.
Pasalnya, puting yang kering akan sangat sakit saat diisap bayi. Bisa juga menggunakan ASIyang lalu dioleskan di seluruh areola (bagian hitam payudara), karena ASI juga mengandung minyak alami.
" Rasa sakit juga bisa dipicu pelekatan yang tidak pas, mulut bayi tidak dalam posisi yang benar saat menyusui. Saat menyusui, seluruh bagian areola harusnya masuk ke dalam mulut, bukan hanya bagian puting saja," ujar Sandra.
Jika yang diisap hanya bagian puting, maka rasa nyeri akan muncul dan ASI yang keluar hanya sedikit. Untuk itu pastikan bayi mengisap seluruh areola dan merasa kenyang setelah menyusui.
Saluran payudara tersumbat juga jadi penyebab rasa sakit saat menyusui. Gejala yang muncul biasanya payudara membengkak tapi saat diisap atau diperah, ASI yang keluar hanya sedikit atau tidak keluar sama sekali.
Solusinya adalah mengompres payudara bergantian dengan air hangat dan air dingin. Lalu, dengan posisi menunduk beri pijatan pada payudara ke arah bawah.
" Saluran payudara tersumbat ini jika dibiarkan bisa menjadi mastitis, yaitu peradangan kelenjar susu. Gejala yang muncul biasanya sakit, disertai payudara bengkak hingga demam. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalaminya," ujar Sandra.
Pemicu sakit saat menyusui lainnya adalah tongue tie atau lip tie pada bayi, yaitu kelainan pada organ mulut yang menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah dan mulut. Biasanya rasa sakitnya seperti dicubit, pemicunya karena organ mulut bayi tak bisa mengisap dengan benar.
Setelah menyusu cukup lama bayi juga tetap rewel karena tak merasa kenyang. Air susu yang diisap tidak maksimal, ibu merasa sakit dan bayi pun tak merasa puas.
Untuk kondisi tersebut dibutuhkan konsultasi dengan dokter anak. Ada yang dianjurkan untuk insisi (pemotongan) ada juga yang tidak. Konsultasi adalah pilihan terbaik untuk mengatasinya.
(Sumber: Todays Parents)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?