6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bhut Jolokia Pepper (Foto: Wikipedia/Asit K. Ghosh)
Dream - Seorang pria dari California baru-baru ini menemukan alasan mengapa Bhut Jolokia Pepper dijuluki Ghost Pepper.
Dia hampir kehilangan nyawanya setelah makan burger di sebuah kontes. Dalam kontes itu, burger yang disediakan telah ditaburi saos yang terbuat dari salah satu cabai paling pedas di dunia, Ghost Pepper.
Ghost Pepper adalah lada kemasan dengan tingkat kepedasan lebih dari 1.000.000 Scoville Heat Units (SHU). Skala Scoville merupakan standar untuk mengukur tingkat kepedasan pada cabai.
Sebagai perbandingan, Chilli Padi, yang banyak dijumpai di Singapura, memiliki kadar SHU 'hanya' 200.000.
LiveScience melaporkan, setelah menyelesaikan kontes, pria 47 tahun itu langsung menenggak enam gelas besar air untuk menghilangkan rasa pedas di kerongkongannya. Namun minuman itu tidak membantunya banyak.
© Dream
Dream - Pria itu malah mulai muntah-muntah disusul nyeri parah pada perut dan dada. Akibatnya, dia dibawa ke gawat darurat sebuah rumah sakit.
Di sana, hasil pemindaian CT mengungkapkan robekan sepanjang 2,5 cm di kerongkongan dan paru-paru kirinya kempis, kata sebuah artikel di Journal of Emergency Medicine.
Dia didiagnosis dengan ruptur esofagus spontan. Sebuah kondisi langka yang bisa membunuhnya jika tidak segera ditangani.
Pria itu segera dibawa ke ruang operasi untuk memperbaiki kerongkongannya yang robek dan memulihkan paru-parunya yang kempis.
© Dream
Dream - Untuk makan setiap harinya, dokter harus memasukkan selang makanan ke dalam tubuhnya. Pria itu baru diperbolehkan pulang setelah 23 hari dirawat di rumah sakit.
Cabai mengandung zat capsaicin, yang bisa membuat indera pengecap kita tersengat rasa pedas. Sehingga kita akan berusaha 'memadamkannya' dengan minum air.
Meskipun kebanyakan dari kita secara naluriah akan meraih air dingin, namun susu sebenarnya adalah pilihan yang lebih baik.
Susu akan mengikat capsaicin dan membawanya pergi.
Menurut laporan Discovery, air dingin dapat memberikan solusi singkat tetapi memperpanjang rasa pedas karena menyebarkan capsaicin di dalam mulut.
(Ism, Sumber: health.asiaone.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
