Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Cara sederhana yang sering disarankan para ahli untuk menjaga kesehatan rongga mulut adalah menyikat gigi secara rutin. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan setelah makan dan menjelang tidur malam, saran para ahli ini merupakan upaya pencegahan terjadinya penyakit gigi.
Menyikat gigi sebelum tidur malam sangat dianjurkan karena berkaitan erat dengan berkurangnya produksi air ludah saat tidur. Akibatnya, fungsi saliva sebagai penjaga keseimbangan perkembangbiakan bakteri menjadi berkurang.
Jika bakteri berkembang biak tidak terkontrol maka akan menghasilkan asam yang melarutkan lapisan gigi paling luar atau email.
Proses larutnya email tersebut pertanda dimulainya proses gigi berlubang, menyikat gigi dengan bahan yang tepat sangat diperlukan untuk mengantisipasi menurunnya fungsi kontrol air ludah terhadap bakteri akibat produksi air ludah yang berkurang.
Untuk menekan bakteri di mulut dan mencegah perusakan email gigi, pasta gigi yang sebaiknya digunakan adalah tanpa detergen. Sayangnya, hampir semua pasta gigi yang berada di pasaran mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) atau detergen.

Kandungan ini tak hanya membuat mulut kering dan menyebabkan tingginya perkembangbiakan bakteri, tetapi juga menimbulkan iritasi, luka mulut, bahkan penyakit kronis seperti kanker.
Alih-alih sehat, menggosok gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung detergen justru menimbulkan penyakit.
Tak banyak pasta gigi yang bebas dari detergen, Sahabat Dream, salah satunya Enzim 40 Plus. Karena Enzim diformulasikan tanpa mengandung detergen sehingga tidak menghasilkan busa.
Detergen merusak kualitas air ludah dan membuat mulut kering serta merusak indera pengecap. Akibatnya, rasa makanan berubah menjadi pahit atau hambar sesaat setelah menggosok gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung detergen.
Berbeda dengan kebanyakan pasta gigi yang lain, penggunaan pasta gigi enzim adalah dengan cara kering. Cara kering yaitu tanpa membasahi sikat gigi dan tanpa berkumur lebih dahulu.
Oleskan pasta gigi enzim di bulu sikat lalu sikatlah gigi selama dua menit, setelah itu baru berkumur.
Karena tanpa mengandung sodium lauryl sulfat, Enzim 40 Plus tidak memerlukan tambahan air kumur untuk proses kerjanya. Cukup dengan gerakan mekanis menyikat gigi, rongga mulut akan terangsang untuk mengeluarkan air ludah sampai banyak.

Komponen dari air ludah akan bereaksi dengan kandungan zat enzim aktif yang ada di dalam pasta gigi enzim. Hasil akhir dari reaksi antara komponen air ludah dan enzim-enzim yang berasal dari pasta gigi ini adalah Hipothiosianat.
Hipothiosianat berfungsi sebagai inhibitor yang menghambat proses perkembangbiakan bakteri. Jika bakteri dapat dikendalikan maka kesehatan gigi dan rongga mulut akan terjaga.
Sahabat Dream, menggosok gigi cara kering dengan menggunakan pasta gigi Enzim 40 Plus akan membuat gigi kita bersih dan rongga mulut terjaga kesehatannya.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha