Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Praktisi Kesehatan Tengah Membahas Penggunaan CAPD Sebagai Metode Pengobatan Gagal Ginjal (Dream.co.id/Gladys Velonia)
Dream - Gagal ginjal terminal adalah istilah untuk menyebut rusaknya fungsi ginjal. Biasanya disebabkan oleh penyakit komplikasi seperti diabetes, hipertensi, dan batu ginjal.
Dokter spesialis ginjal, Jonny, mengemukakan ciri-ciri orang yang mengidap penyakit tersebut.
" Badannya lemas karena HB rendah, pipisnya sedikit mengakibatkan pembengkakkan pada kaki, serta mual-mual karena kandungan racun dalam tubuhnya tinggi," ujar Jonny di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 5 November 2017.
Apabila pasien sudah mengalami kondisi di atas, Jonny menyarankan dilakukannya tiga tata laksana, yakni cuci darah, CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialisis), dan cangkok ginjal.
Menurut Jonny, langkah untuk mencangkok ginjal sebaiknya dipilih sebagai opsi terakhir karena mengandung risiko kegagalan cukup besar.
" Alangkah lebih baik jika pasien gagal ginjal melakukan cuci darah atau hemodialisis atau CAPD sebagai pengobatan," imbuhnya.
Jika dibandingkan dengan cuci darah, CAPD jauh lebih aman untuk pasien gagal ginjal. Menurut Jonny, CAPD memungkinkan pasien untuk dapat beraktivitas sehari-hari secara normal dan dapat dilakukan sendiri tanpa perlu sering-sering mengunjungi rumah sakit.
" Kalau hemodialisis itu, darahnya dikeluarin, dicuci, habis itu dimasukkan lagi ke dalam tubuh. Kalau CAPD ini, pembersihnya yang dimasukkan ke tubuh, terus mencuci racun yang ada di selaput perut, kemudian dikeluarkan lagi," jelasnya.
Cara kerja CAPD diakui Jonny sedikit merepotkan di awal, namun menjadi mudah jika sudah terbiasa. Sebuah kantung berisi cairan pembersih dihubungkan ke dalam tubuh oleh sebuah selang. Nantinya cairan di dalam kantung ini harus diganti sebanyak 4 kali sehari.
" Pasien yang memilih CAPD dibandingkan cuci darah terbukti lebih sehat dan bugar karena tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak mengganggu fungsi jantung," jelas Jonny.
Untuk perbandingan Jonny menjabarkan mengenai harga cairan yang dibutuhkan untuk pengobatan CAPD. Pasien gagal ginjal harus merogoh kocek Rp7,5 juta untuk pemakaian 1 bulan.
Sedangkan untuk cuci darah, harga yang harus dibayarkan untuk satu kali treatment mulai dari Rp800ribu dan dalam sebulan harus dilakukan minimal 8 kali.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan