Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia pada 11 Maret 2020 kemarin akhirnya menetapkan kasus penyebaran virus corona di 124 negara sebagai pandemi. Sejumlah rekomendasi pun dikeluarkan, salah satunya agar tiap negara menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk penanganan pasien.
Termasuk melatih tim medis secara khusus untuk menangani virus corona (covid-19). Efek dari penentuan klasifikasi pandemi terkait penularan virus corona dari WHO tentunya harus ditanggapi secara cepat. Jangan sampai penyebaran virus semakin parah dan meningkatkan jumlah kematian.
Mungkin Sahabat Dream bingung, apa yang dimaksud dengan kategori pandemi. Menurut Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang pola penyebaran penyakit atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi keadaan tersebut, sebuah kejadian penyebaran penyakit bisa dikategorikan dalam empat kondisi.
Berikut perbedaan kondisi penyakit, yaitu wabah (outbreak), endemi, epidemi dan pandemi. Ketahui detail perbedaannya.
Dikutip dari Alodokter, wabah adalah terjadinya suatu penyakit dalam masyarakat, di mana jumlah orang terjangkit lebih banyak daripada biasanya, pada komunitas tertentu atau di musim-musim tertentu.

Wabah ini bisa terjadi secara terus menerus, mulai hitungan hari hingga tahun. Tidak hanya di satu wilayah, tetapi bisa juga meluas ke daerah atau negara lain.
Masyarakat sering menganggap bahwa jika terjadi penyakit menular, itu berarti telah terjadi wabah. Padahal, tidak selalu begitu. Penyakit dikatakan wabah ketika penyakit sudah lama tidak pernah menjangkiti masyarakat, atau penyakit baru yang sebelumnya tidak diketahui atau baru pertama kali menjangkiti masyarakat di daerah itu.
Kondisi endemi adalah keadaan atau karakteristik wilayah atau lingkungan tertentu yang ada hubungannya dengan penyakit. Misalnya, daerah tertentu adalah tempat yang dikenal sebagai lingkungan yang masyarakatnya mudah terjangkit penyakit tertentu. Penyakit ini selalu ada di daerah tersebut tapi frekuensinya rendah. Di Indonesia, contohnya, ada daerah yang merupakan endemik malaria.

Epidemi adalah kondisi yang mirip dengan wabah. Keadaan dikatakan epidemi jika suatu kelompok masyarakat atau wilayah terkena penyakit menular dan kejadiannya terjadi secara cepat. Salah satu contoh epidemi adalah di 2003 ketika terjadi penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang mewabah di seluruh dunia dan menelan korban ratusan jiwa.
Pandemi adalah wabah penyakit yang terjadi secara luas di seluruh dunia. Dengan kata lain, penyakit ini sudah menjadi masalah bersama warga dunia.

Contoh pandemi adalah HIV/AIDS dan yang terbaru adalah kasus Covid-19 Tidak hanya itu, influenza yang saat ini tampak ringan pun dahulu pernah menjadi penyakit yang masuk ke dalam kategori pandemi dan menjadi masalah penyakit tingkat dunia.
Sumber: AloDokter
Dream - Rumah sakit jadi tujuan utama seseorang ketika merasa sakit dan muncul gejala tak enak dalam tubuhnya. Dalam kondisi sekarang, di mana penularan virus corona (Covid-19) kasusnya makin banyak di Indonesia, rumah sakit tentu punya prosedur khusus untuk menanganinya.
Sejumlah rumah sakit menerapkan skrining pada orang yang berkunjung. Antara lain pemeriksaan suhu serta selalu menyediakan hand sanitizer di tiap area. Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat juga menerapkan prosedur keamanan, dimulai dari petugas keamanan atau security.

“ Mobilisasi seseorang bisa bersiko, oleh sebab itu peran utama yang paling penting yaitu security, karena dia berada di paling depan,” ujar dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), Spesialis Pulmonologi Rumah Sakit Universitas Indonesia, di Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.
Upaya lainnya adalah menempatkan pasien yang dicurigai terkena virus corona dan yang melakukan mobilisasi dari luar negeri dalam area khusus. Area ini berupa ruang isolasi.
“ Jika pasien baru kembali dari luar negeri dan terdapat gejala tersebut (tertular corona), kami menempatkan pasien di ruangan isolasi, di IGD pun ada ruangan isolasi,” ujar dr. Diah.
Menurut Diah, yang harus pertama harus diselamatkan adalah orang sehat, karena orang sehat yang bisa menghindari penyebaran Virus Corona. Sebisa mungkin risiko penularan ditekan dengan isolasi.
Laporan Cindy Azari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya