Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Perlawanan Pemerintah China terhadap wabah virus corona baru atau COVID-19 mulai menampakkan hasil.
Dilaporkan China tak lagi menemukan kasus baru positif virus corona sejak Jumat pekan lalu. Pasien baru juga dilaporkan tidak ditemukan lagi di pusat wabah Covid-19 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Kabar positif juga datang dari hasil penelitian para ilmuwan di China. Mereka mengklaim bahwa pembuatan vaksin dan obat anti COVID-19 telah mengalami kemajuan.
Zheng Zhongwei, direktur Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi Komisi Kesehatan Nasional, mengatakan di Beijing bahwa China terus bergerak untuk mengembangkan vaksin untuk virus COVID-19.
" Berbagai pendekatan kami (untuk membuat vaksin) terus mengalami banyak kemajuan," kata Zheng.
Zheng memperkirakan bahwa vaksin yang sekarang sedang dikembangkan bisa diuji coba secara klinis pada bulan April.
" Jika perlu kami akan menggunakan (vaksin) tersebut dalam situasi darurat," kata Zheng.
Menurut undang-undang kesehatan China, vaksin yang sedang dikembangkan bisa digunakan untuk keadaan darurat dalam kondisi tertentu atau jika manfaatnya dianggap lebih dari risikonya.
Optimisme Pemerintah China itu dibuktikan dengan rencana untuk mengakhiri isolasi beberapa kota yang sebelumnya dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Sementara itu di Wuhan, wakil sekretaris umum dewan rakyat Ding Xiangyang mengatakan dia sangat yakin isolasi kota-kota ini akan berakhir meski tidak menyebutkan tanggalnya secara pasti.
" Ketika saya keluar rumah pagi ini, saya melihat bahwa pohon ceri di luar sedang mekar. Saya yakin hari yang ditunggu semua orang (pembukaan isolasi) akan segera datang," katanya.
(Sumber: SCMP)
Dream - Dunia kini tengah berlomba mendapatkan vaksin virus Corona yang tengah menjadi wabah di sejumlah negara. Sampai saat ini, penangkal virus bernama resmi Covid-19 yang telah menyebabkan kematian ribuan orang itu belum ditemukan.
Di Inggris, bahkan sedang dicari relawan untuk diinfeksi virus Corona di Queen Mary BioEnterprises Innovation Centre, Whitechapel, London, untuk menemukan vaksin Corona.
Menurut laman Mirror, relawan yang bersedia jadi 'kelinci percobaan' bakal dibayar 3.500 pound sterling atau sekitar Rp65 juta. Relawan akan disuntik dengan virus yang tidak berbahaya.
Pencetus lowongan ini adalah Hvivo. Perusahaan riset ini akan menginfeksi 24 relawan dengan dua virus bersamaan, yaitu 0C43 dan 229E.
Virus ini berasal dari golongan yang berbeda. Virus yang dilemahkan ini bisa mengatasi virus perusak, seperti Covid-19.
Yang berminat untuk menjadi relawan, harus dikarantina selama dua minggu. Para relawan tak boleh latihan atau kontak fisik dengan orang lain. Mereka hanya akan bisa makan dan minum jenis tertentu.
Setiap perawat atau dokter yang mengerjakan penelitian ini harus mengenakan ventilator dan pakaian pelindung saat mereka bekerja di lab atau dengan bahan apa pun yang mungkin terinfeksi virus, seperti jaringan kotor atau tes darah.
Langkah yang dilakukan Hvivo diamini oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk Kesehatan Inggris. Pengujian ini merupakan upaya global senilai US$2 miliar (Rp28,97 triliun) untuk menemukan vaksin virus corona.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya