Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulawesi Tengah Memastikan Seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) China Yang Bekerja Di PT IMIP Morowali Bebas Dari Virus Corona. (Liputan6.com/ Heri Susanto)
Dream - Dinas Ketenagakerjaan dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tengah mengklaim, seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di PT IMIP Morowali bebas dari virus Corona Wuhan (2019-nCoV).
Pernyataan tersebut muncul usai hasil pemeriksaan Disnakertrans terhadap kesehatan 5.390 TKA pada 30 Januari 2020. Di antara para TKA tersebut, sebanyak 20 pekerja diketahui berasal dari Wuhan.
" Kami sudah terima laporannya (pemeriksaan kesehatan) dari PT IMIP, hasilnya bersih atau tidak ada yang terinveksi," ujar Sekretaris Disnakertrans Sulawesi Tengah, Joko Pranowo, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 6 Februari 2020.
Joko mengatakan, para TKA di perusahaan pengolahan nikel itu masuk ke perusahaan pada awal Januari 2020. Sehingga sampai 5 Februari 2020 kurun waktu tersebut telah masuk melewati masa inkubasi virus Corona Wuhan, yakni selama 14 hari.
Laporan kesehatan pekerja yang diterima dari PT IMIP, kata Joko, memuat hasil pemeriksaan TKA. Sementara itu, laporan kesehatan untuk TKI masih belum diterima pihaknya.
" Yang jadi fokus kami sejak awal adalah TKA, sampai sekarang berarti masa inkubasi virus sudah lewat dari 14 hari," ucap Joko.
Meski telah dinyatakan bebas dari Virus Corona, PT IMIP tetap diminta memberlakukan pemeriksaan ketat terhadap TKAnya, bahkan untuk pekerja yang telah selesai kontrak dan akan pulang ke China.
" Kalau penerimaan pekerja dari China sampai sekarang masih dilarang. Yang akan pulang ke China juga harus mendapat izin khusus," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Heri Susanto)
Dream - Seperti kita semua tahu, virus corona baru atau 2019-nCoV bisa menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang keluar dari penderitanya atau benda yang terpapar virus mematikan itu.
Namun perkembangan terbaru tentang cara penularan virus 2019-nCoV yang pusat penyebarannya di Wuhan, Provinsi Hubei, China, ini mengejutkan banyak pihak.
Menurut stasiun TV Pemerintah China, CCTV, dokter di Wuhan dari Rumah Sakit Anak Wuhan telah mengkonfirmasi bahwa seorang bayi yang baru lahir dari ibu yang terinfeksi positif terjangkit virus corona baru.
Bayi malang tersebut tertular virus berbahaya itu 30 jam setelah dilahirkan oleh ibunya. Laporan mengatakan bayi itu lahir pada 2 Februari 2020.
Meskipun bayi tersebut tampak stabil dan tidak menunjukkan gejala batuk atau flu, dia terlihat susah bernapas.
Pemeriksaan X-Ray pada bayi juga mengungkapkan bahwa dadanya mengalami infeksi dan ada sedikit kelainan pada jantungnya.
Namun, hingga saat ini, mekanisme penularan virus melalui ibu ke anak tersebut masih belum bisa dipastikan.
Seorang ahli medis di Universitas East Anglia di Inggris mengatakan masih belum ada bukti kuat bahwa bayi itu positif terkena virus corona karena terinfeksi oleh ibunya selama dalam kandungan atau proses kelahiran.
Jadi, untuk ibu-ibu yang hamil di luar sana, jaga kesehatan dengan baik. Yang terpenting adalah memprioritaskan kebersihan dan selalu memakai masker saat bepergian. Bahaya virus corona ini sangat nyata dirasakan penderita dan orang-orang di sekitarnya.
Sumber: Lobak Merah
Dream - Keajaiban terjadi di China yang menjadi pusat wabah virus corona. Seorang ibu penderita virus yang bermutasi menjadi 2019-NCoV dilaporkan melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat.
Kabar melegakan di tengah kepanikan dunia akan wabah viru corona itu terjadi di rumah sakit di Harbin yang berada di Provinsi Heilongjong, China.
China Global Television Network (CGTN) mengumumkan, pada Senin 3 Februari 2020 malam waktu setempat, bayi perempuan itu negatif terjangkit virus corona.
Dalam pengumuman itu, kondisi sang ibu yang menderita virus corona dalam keadaan stabil. Meski demikian, bayi tersebut harus dipisahkan dari sang ibu untuk dilakukan observasi lebih lanjut.
Dilaporkan Yahoo News, dokter dan perawat yang membantu persalinan terlihat sangat bahagia. Hal itu tergambar dari foto-foto yang tersebut.
Meski dokter dan perawat yang membantu persalinan harus menggunakan pakaian khusus. Mereka tetap bekerja dengan baik hingga bayi dan ibunya selamat.
Hingga kini, sudah ada 426 orang di China meninggal dunia akibat virus corona. Sementara, ada dua kematian di wilayah Heilongjong, daerah bayi perempuan itu lahir.
(Sah, Sumber: Yahoo News)
Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.
Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.
" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.
Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.
" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini.
Lebih lanjut, kata dia, virus corona yang ditemukan di kelelawar wilayah Indonesia itu berjenis pemakan buah.
Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memakan buah bekas yang dimakan kelelawar.

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono (Foto: Situs resmi IPB)
" Ada lebih dari 50 jenis kelelawar. Banyak jadi ada kelelawar pemakan serangga ada, seperti vampir juga ada. (Indonesia) itu ada beberapa kelelawar, prinsipnya itu kelelawar buah. Ada di jurnal yang kita publish," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya