4 Penumpang Diamond Princess Meninggal Akibat Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 26 Februari 2020 11:00
4 Penumpang Diamond Princess Meninggal Akibat Virus Corona
Satu pasien meninggal berusia 80 tahun, tiga lainnya merupakan warga Jepang.

Dream - Empat penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang terjangkit corona dinyatakan meninggal. Mereka mengembuskan napas terakhir saat dikarantina di Jepang.

Dikutip dari Japan Today, sedikitnya 700 orang, baik penumpang sekaligus awak, melewati dua pekan masa karantina di pelabuhan. Otoritas Jepang perlu memastikan mereka terbebas dari virus corona.

Empat orang tersebut dikarantina di rumah sakit usai dipindahkan dari kapal pesiar. Media setempat melaporkan pasien terakhir yang meninggal yaitu pria usia 80 tahun.

Harian Yomiuri Shimbun melaporkan pria tersebut dinyatakan positif terjangkit corona dan meninggal akibat pneumonia. Kementerian Kesehatan Jepang tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai kasus ini.

Tiga lainnya merupakan warga Jepang, meninggal setelah jatuh sakit di kapal. Dua di antaranya terkonfirmasi terjangkit virus corona.

1 dari 6 halaman

Jepang dalam Tekanan

Jepang mendapat banyak tekanan terkait penanganan kapal tersebut. Terutama setelah beberapa orang diizinkan turun setelah hasil uji menyebut negatif yang kemudian ternyata terbukti positif.

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan, sejumlah penumpang yang turun bahkan tidak dites selama masa karantina.

Beberapa pejabat pemerintah yang bekerja di kapal itu juga terjangkit virus. Tetapi pihak berwenang tetap pada keputusan untuk tidak menguji mereka yang bekerja di kapal.

" Kami menyadari risiko mereka terjangkit ketika melepas masker dan sarung tangan, jadi kami akan menjalankan langkah menyeluruh untuk mencegah infeksi ini," ujar Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato.

 

2 dari 6 halaman

Infeksi Meningkat, Tak Diketahui Sebabnya

Banyak negara telah mengevakuasi warganya di kapal tersebut. Negara terakhir yaitu Filipina, yang menerbangkan pulang 450 warganya pada Selasa, sementara 81 lainnya dinyatakan positif sehingga tetap di Jepang.

Sementara situasi di kapal pesiar sudah diawasi, infeksi virus melonjak di Jepang. Sejauh ini ada 156 kasus dengan angka kematian 1 orang.

" Seperti kita lihat pasien yang jalur penularannya tidak jelas di beberapa daerah di Jepang, sekarang adalah fase penting untuk mencegah penyebaran infeksi terjadi dalam skala besar," ujar juru bicara Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga.

3 dari 6 halaman

Corona Mengganas di Iran, 15 Pasien Meninggal

Dream - Otoritas Iran mengkonfirmasi sebanyak tiga orang pasien suspek virus corona meninggal dunia pada Selasa, 25 Februari 2020. Sejauh ini, jumlah total kematian akibat virus tersebut mencapai 15 pasien.

Angka tersebut menjadikan Iran sebagai negara dengan kasus kematian virus corona tertinggi di luar China.

Dua dari tiga orang pasien meninggal hari ini teridentifikasi sebagai wanita lansia. Satu berasal dari Provinsi Markazi sementara satunya dari daerah utara Provinsi Alborz, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA.

" Satu adalah wanita 87 tahun dengan riwayat kardiovaskular, radang paru, gangguan liver, dan ginjal yang meninggal usai dua hari menjalani perawatan," ujar pimpinan Universitas Medis Kota Saveh, Abbas Nikravesh, dikutip dari Channel News Asia.

 

4 dari 6 halaman

Pernah ke Qom

Satu lainnya, kata Abbas, wanita 82 tahun dengan riwayat darah tinggi dan kardiovaskular. Wanita ini meninggal usai dirawat selama satu hari.

" Dia memiliki rekam jejak mengunjungi Qom tempat anak-anaknya tinggal," ucap Abbas.

IRNA tidak menyebutkan identitas pasien yang meninggal di Alborz. Juga tidak memberikan rincian mengenai riwayat kesehatannya.

" Pasien ini di bawah perawatan khusus dalam beberapa hari terakhir sampai dia meninggal," ucap wakil kepala Universitas Medis Alborz, Hassan Inanlou.

 

5 dari 6 halaman

Ada 61 Kasus Corona di Iran

Pada Senin kemarin, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan ada 61 pasien positif terinfeksi virus corona. Sementara, 900 kasus masih sebatas dicurigai.

Pemerintah Iran hingga saat ini belum menyatakan jumlah orang yang dikarantina akibat corona.

Tetapi, kantor berita Mehr melaporkan ada 320 orang telah dirawat di Qom, di mana Teheran mengonfirmasi ada dua pasien tewas di sana pada pekan lalu.

Wabah corona membuat Iran terisolasi. Sejumlah negara melarang warganya untuk bepergian menuju Negeri Para Mullah tersebut.

 

6 dari 6 halaman

Iran Terisolir

Kanada, Libanon, Uni Emirat Arab, Afghanistan, dan Irak membatalkan semua penerbangan dari dan menuju Iran. Sementara negara-negara tetangga Iran memilih menutup perbatasan mereka.

Sempat muncul klaim yang menyebut jumlah korban tewas jauh lebih besar, mencapai 50 orang. Otoritas Iran segera membantah klaim tersebut dan menyatakan siap terbuka mengenai penyebaran virus tersebut.

Otoritas Kuwait menyatakan ada lebih dari tiga orang warganya terinfeksi virus corona usai bepergian dari Iran.

Kantor berita KUNA melaporkan terdapat tiga pasien baru yang saat ini dalam kondisi stabil dan sedang menjalani karantina, meningkatkan kasus corona di Kuwait menjadi delapan.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak