Ada 254 Gempa Susulan Guncang Sulteng

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 1 Oktober 2018 19:40
Ada 254 Gempa Susulan Guncang Sulteng
Menurut BNPB tren kekuatan gempa-gempa tersebut terus menurun.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada ratusan gempa susulan yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hingga pukul 11.00 WIB, setidaknya ada 254 kali gempa bumi susulan yang terjadi, setelah gempa 7,4 mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat lalu.

" Jadi sampai dengan hari ini sudah pukul 11.00 WIB, sudah terjadi 254 gempa susulan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta.

Baca juga: Video Pasha Solat di Masjid Apung Sebelum Tsunami Bikin Merinding

Meski demikian, kata dia, tidak semua gempa itu dirasakan oleh masyarakat. Karena, tergantung dari di mana posisi gempa itu berasal.

" Yang dirasakan hanya 9 kali, jadi sistem yang ada peralatan yang ada setiap ada gempa kurang dari 2 menit sudah dapat informasi kurang dari lima menit disampaikan," ucap dia.

Baca juga: Mencekam, Pilot Batik Air Rekam Gelombang Aneh Sebelum Tsunami Palu

Sutopo mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendoakan warga Sulteng. Diharapkan tak ada gempa susulan yang lebih parah.

" Kalau dari tren 254 gempa susulan kekuatannya menurun ya, mudah-mudahan tidak seperti di Lombok. Kalau di Lombok itu mengecil tapi tiba muncul gempa lagi di segmen sebelahnya. Kita doa tidak ada gempa susulan yang lain. Bila rasakan gempa, keluar cari tempat yang aman,"

Hingga pukul 13.00 WIB tadi, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 844 orang terdiri dari 821 Palu, 12 Parigi Moutong dan 11 Donggala.

1 dari 4 halaman

Gempa Terganas: Kampung Petobo Palu Terseret 2 Kilometer, Lenyap Ditelan Bumi

Dream - Dua wilayah, yakni Kelurahan Petobo, Kota Palu, dan Desa Jonooge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, mengalami kerusakan cukup parah usai gempa yang disusul tsunami, Jumat kemarin.

Perut bumi memuntahkan lumpur, menenggelamkam rumah, kendaraan, jalan, serta menyeret kampung Petobo hingga dua kilometer.

" Daratan seperti hanyut dan tergeser dua kilo dari posisi semula. Rumah tenggelam," kata Muh Sutomo, warga Masamba yang saat ini berada di Petobo mencari keluarganya yang hilang, dikutip dari laman Fajaronline.id, Senin 1 Oktober 2018.

Menurut laporan jurnalis Fajaronline.id, Ridwan Masrzuki, hampir seluruh bangunan di wilayah tersebut rata. Lumpur yang tiba-tiba muncul dari permukaan tanah menyapu seisi daratan.

Kini Kelurahan Petobo dan Desa Jonooge berubah menjadi lautan lumpur. Sebagian rumah dan fasilitas umum tenggelam. Dari lokasi bencana usai gempa dan tsunami, keluar sumber air bercampur lumpur. Saat kejadian, juga muncul suara ledakan.

Baca juga: Innalillahi... Satu Kampung Lenyap Dilumat Lumpur Usai Gempa Palu

Akses menuju lokasi bencana di Desa Jonooge masih lumpuh. Banyak badan jalan yang terbelah dan berubah jadi gundukan. Jembatan ambruk dan rusak berat. Sementara itu, wilayah Kota Palu yang juga belum tersentuh proses evakuasi adalah Kelurahan Petobo.

Hampir satu kelurahan wilayah tersebut berubah menjadi padang lumpur. Perumahan BTN dan permukiman penduduk setempat dilumat air bercampur lumpur dari perut bumi.

Baca juga: Geger Fenomena Alam Aneh Muncul Setelah Gempa

Material rumah bercampur kendaraan berserakan hingga menggunung. Belum diketahui jumlah korban jiwa di dua wilayah terisolasi tersebut. 

2 dari 4 halaman

Para Ilmuwan Dunia Tercengang Dahsyatnya Tsunami Palu

Dream - Para ilmuwan terkejut dengan kekuatan tsunami yang menghancurkan Kota Palu pada Jumat pekan lalu. Sebab, dalam pandangan mereka, gempa yang sebelumnya terjadi seharusnya tidak menimbulkan gelombang yang merusak.

" Kami kira itu bisa menimbulkan tsunami, tidak sebesar itu," ujar geofisikawan pada firma konsultan Temblor sekaligus pengajar di Humboldt State University Kalifornia, Amerika Serikat, Jason Patton, dilansir Sydney Morning Herald.

Dia menambahkan apa yang terjadi di Palu belum pernah ditemukan oleh para ilmuwan. " Kita cenderung belum pernah mengamati sebelumnya," kata dia.

Gempa 7,4 Skala Richter pada Jumat sore kemarin berpusat di 80 Kilometer utara Kota Palu. 30 menit kemudian muncul gelombang air setinggi 5 meter menerjang Kota Palu, menerjang bangunan, kendaraan, dan menewaskan ratusan orang.

Musibah tsunami kerap terjadi setelah adanya gempa bumi megathrust, yang terjadi akibat sesar naik turun pada patahan bumi.

Gempa ini memicu gelombang besar yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kerusakan pada radius ribuan mil dari pusat gempa.

3 dari 4 halaman

Beda Karakter dengan Tsunami Aceh

Gempa di Sulteng kemarin diyakini bergerak dengan kecepatan 800 kilometer per jam. Tetapi, karakter gempa ini berbeda dengan gempa di Sumatera dengan kekuatan 9,1 SR yang menimbulkan tsunami hebat setinggi 30 meter di Aceh dan sekitarnya yang termasuk sesar megathrust.

 Terus Bertambah, Korban Meninggal Gempa Palu 384 Orang© MEN

Sesar yang adalah strike-slip, yaitu bergerak secara horisontal. Sesar ini diyakini seharusnya tidak menimbulkan tsunami.

" Tetapi, dalam keadaan tertentu bisa saja terjadi (tsunami)," kata Patton.

4 dari 4 halaman

Banyak Kemungkinan

Sesar strike-flip di Sulteng diprediksi memiliki beberapa gerakan vertikal. Bisa juga sesar pada daerah patahan melewati kawasan dasar laut yang bisa naik turun, sehingga terjadi gesekan bisa mendorong air laut.

Kemungkinan lain tsunami terjadi akibat adanya longsoran dasar laut karena gempa. Longsoran itu menimbulkan tekanan pada air, seperti yang terjadi di Alaska pada 1964. Saat itu, Alaska diguncang gempa 9,64 SR.

 Ini Penjelasan Mengapa Gempa Palu Picu Tsunami Tinggi© MEN

Patton pun menjelaskan berbagai macam faktor bisa menjadi penyebab tsunami Palu. Kajian dasar laut menjadi sangat penting untuk memahami apa yang sedang terjadi.

" Kita tidak akan tahu penyebabnya sampai semuanya selesai," ucap dia. (ism)

Beri Komentar