Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pelatihan Tim SaudiVax Tentang Kultur Sel Di Universitas Sains Dan Teknologi King Abdullah. (Foto: KAUST)
Dream - Di tengah industri farmasi global berlomba mengembangkan vaksin untuk melawan pandemi virus corona, dua lembaga elit di Arab Saudi bekerja untuk menciptakan vaksin halal Covid-19.
Ilmuwan di Universitas King Abdulaziz di Jeddah yang dipimpin oleh Dr. Anwar Hashem, bekerja sama dengan SaudiVax dari Universitas Sains dan Teknologi (KAUST) King Abdullah di Thuwal, untuk mengembangkan vaksin halal Covid-19.
Umumnya, dalam mengembangkan vaksin, para ilmuwan menggunakan sel hidup yang membutuhkan nutrisi untuk hidup dan bertahan hidup.
Nutrisi ini bisa berasal dari unsur-unsur yang dianggap haram oleh Islam - misalnya gelatin atau empedu babi.
Karena itu, ilmuwan di Arab Saudi bekerja keras untuk menciptakan vaksin Covid-19 yang tidak melanggar hukum syariah.
" Pembuatan vaksin yang hanya menggunakan bahan-bahan halal akan mengurangi keragu-raguan umat Muslim yang mungkin memiliki perhatian tentang kehalalan komponen vaksin Covid-19," jelas Profesor Mazen Hassanain, pendiri SaudiVax.
Seperti diketahui, warga Muslim di beberapa negara di Afrika Barat dan Tengah, serta Asia Timur dan Tenggara, secara historis enggan melakukan vaksinasi karena alasan agama dan budaya.
" Vaksin halal akan menjadi 'sangat penting', terutama jika mampu mendorong lebih banyak Muslim untuk melakukan vaksinasi," kata Dr. Arthur Reingold, kepala divisi epidemiologi dan biostatistik di jurusan sekolah kesehatan masyarakat University of California Berkeley.
Inisiatif ini merupakan terobosan bagi Timur Tengah, di mana Arab Saudi sebelumnya tidak pernah mengembangkan industri vaksin mereka sendiri dan tetap tergantung pada entitas luar untuk vaksinasi, menurut Dr Peter Hotez, mantan anggota US Science Envoy.
Sejak didirikan pada 2016, SaudiVax telah berusaha untuk memperkuat pengembangan vaksin dan industri manufaktur di wilayah Timur Tengah.
SaudiVax bahkan membangun fasilitas untuk pengembangan dan manufaktur vaksin yang kemungkinan akan beroperasi dalam dua tahun mendatang.
Hassanain mengatakan bahwa Arab Saudi memiliki banyak alasan untuk mempelopori pengembangan industri vaksin regional, terutama mengingat pandemi Covid-19.
“ Kami ingin proaktif dalam situasi seperti ini. Inisiatif vaksin Covid-19 halal adalah awal yang bagus. Jika datang tepat waktu, itu sempurna. Jika tidak, itu adalah pengalaman yang baik,” kata Hassanain dalam wawancara dengan Al Arabiya English.
Hassanain menambahkan tim ilmuwan di SaudiVax 60 persen adalah wanita. Kondisi ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan farmasi regional.
" Kami ingin mewujudkan keamanan kesehatan nasional - sesuatu yang menjadi prioritas di tengah wabah Covid," pungkas Hassanain.
Sumber: Al Arabiya English
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya